Komitmen Jaga Laut, Arsari Tambang PT MSP Uji Coba Rumpon Ikan Bata Api
Akhir Januari 2024 proyek uji coba ini akan dilaksanakan. Setidaknya ada tujuh unit rumpon ikan yang siap untuk disebarkan di titik pemasangan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Arsari Tambang PT Mitra Stania Prima (MSP) berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan laut dan alam. Hal ini dibuktikan dengan melakukan uji coba pemanfaatan limbah bata api (fire brick) untuk menjadi terumbu karang atau rumah ikan (rumpon).
Rencananya, akhir Januari 2024 proyek uji coba ini akan dilaksanakan. Setidaknya akan ada tujuh unit rumpon ikan yang siap untuk disebarkan di titik pemasangan.
Direktur PT MSP, Harwendro Adityo Dewanto mengatakan perusahaan memang sedari awal sudah menyatakan komitmen dan bersedia bertanggungjawab menjaga lingkungan alam pasca aktivitas pertambangan perusahaan.
Hal tersebut merupakan bagian dari standar operasional prosedur pertambangan yang baik dan benar sesuai peraturan yang berlaku.
Konsekuensi itu, tidak hanya dijadikan sebagai teori yang hanya disampaikan dan tertulis semata. Perusahaan benar-benar ingin mengimplementasikan hal tersebut dalam wujud nyata.
Sejauh ini ada banyak langkah konkrit melalui program-program yang bertujuan untuk menjaga lingkungan sudah dilakukan perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Isu memperbaiki dan menjaga lingkungan menjadi prioritas perusahaan. Pemanfaatan dengan mengelola limbah bata api menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah satu pemikiran baik untuk lingkungan dan masyarakat,” kata Harwendro.
Harwendro memastikan semua program lingkungan yang dibuat perusahaan akan berdampak untuk kemaslahatan masyarakat.
Seperti bata api yang dikemas sedemikian rupa menjadi jangkar rumpon ikan tentunya akan melibatkan peran masyarakat khusus nelayan sekitar. Sehingga akan diperoleh manfaat yang dimulai dan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.
“Pastinya perusahaan akan menggandeng masyarakat khususnya nelayan. Harapannya, program ini bergulir dan memberi manfaat yang besar bagi siklus kehidupan dan ekonomi masyarakat,” papar Harwendro.
Manager HRGA PT MSP, Feby Ardian menjelaskan ide memanfaatkan limbah bata api sebenarnya sudah ada sejak beberapa waktu lalu.
Hanya saja, karena sesuatu dan lain hal proyek uji coba itu baru akan digulirkan akhir Januari 2024 ini. Bata api itu akan dibuat menjadi jangkar dengan ukuran berat sekitar 40-50 kilogram.
Kemudian akan dibuatkan kerangka rumpon ikan yang juga berbahan dasar dari limbah bahan produksi pabrik yang tidak produktif lagi seperti besi.
Sebagai pengikat akan digunakan seling besi atau baja dan beberapa jenis barang limbah lainnya.
“Untuk jangkar dari bata apinya sudah kita buatkan. Setidaknya untuk uji coba ini ada tujuh unit rumpon ikan yang disebarkan di sejumlah titik pemasangan,” papar Feby.
| PT Mitra Stania Prima Raih Proper Emas dan Green Leadership, Tegaskan Komitmen Lingkungan |
|
|---|
| Bupati Algafry Resmikan Puskesmas Pembantu Bantuan PT Mitra Stania Bemban di Desa Belilik |
|
|---|
| AETI Apresiasi Aquabike Indonesian Championship 2025 di Belitung, Harwendro: Belitung Sport Tourism |
|
|---|
| PT MSP Bantu 2.000 Karung Beras untuk HUT Babel, Harwendro: Siap Bersama Bangun Babel |
|
|---|
| PT MSP Gelar Program ARSARI, Proyek Atasi Masalah Lingkungan dan Sumber Ekonomi Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231208-PT-Mitra-Stania-Prima-1.jpg)