Berita Bangka Selatan

Cuaca Ekstrem Nelayan di Bangka Selatan Tetap Melaut, Akui Hasil Ikan Meningkat Tapi Harga Turun

Sejumlah nelayan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terpaksa tetap melaut di tengah cuaca ekstrem.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Cuaca Ekstrem Nelayan di Bangka Selatan Tetap Melaut, Akui Hasil Ikan Meningkat Tapi Harga Turun - 20240116-nekayan1.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah nelayan saat melakukan penangkapan ikan dari atas kapal di Pelabuhan Tanjung Ketapang, Toboali, Selasa (16/1/2024). Selama cuaca ekstrem hasil tangkap nelayan meningkat, akan tetapi harga jual justru merosot.
Cuaca Ekstrem Nelayan di Bangka Selatan Tetap Melaut, Akui Hasil Ikan Meningkat Tapi Harga Turun - 20240116-nelayan-2.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah nelayan saat mengangkut hasil tangkapan mereka dari atas kapal di Pelabuhan Tanjung Ketapang, Toboali, Selasa (16/1/2024).
Cuaca Ekstrem Nelayan di Bangka Selatan Tetap Melaut, Akui Hasil Ikan Meningkat Tapi Harga Turun - 20240116-nelayan3.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah nelayan saat mengangkut hasil tangkapan mereka dari atas kapal di Pelabuhan Tanjung Ketapang, Toboali, Selasa (16/1/2024).

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah nelayan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terpaksa tetap melaut di tengah cuaca ekstrem.

Langkah itu semata-mata guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Para nelayan memilih tetap melaut mencari ikan lantaran hasil tangkapan ikan cukup lumayan banyak.

Seorang nelayan di Batu Perahu, Hendra mengaku, saat ini cuaca di Perairan laut Bangka Selatan dalam kondisi tidak normal akibat dampak cuaca ekstrem.

Bahkan ketinggian ombak mencapai 1,5-2 meter di tengah laut.

Meski cuaca sedang tidak baik, sejumlah nelayan termasuk dirinya memilih tetap melaut.

“Cuaca ekstrem saya tetap melaut, memang untuk ketinggian ombak cukup tinggi mencapai 1,5 meter,” kata Hendra kepada Bangkapos.com, Selasa (16/1/2024).

Ia tetap melaut lantaran di tengah cuaca saat ini kondisi tangkapan nelayan justru mengalami peningkatan cukup signifikan.

Kondisi ini dirasa nelayan jauh lebih baik dari pada bulan Desember 2023 lalu ketika cuaca sedang bagus.

Pada cuaca stabil hasil tangkapan ikan hanya mencapai kurang lebih seberat 100 kilogram. 

Akan tetapi, saat ini tangkapan ikan nelayan meningkat secara 100 persen, tak tanggung-tanggung tangkapan mencapai 200 kilogram.

Tentunya hal ini memberikan dampak positif dari para nelayan di tengah cuaca yang tak menentu.

“Hasil tangkap nelayan sekarang ini bisa mencapai 200 kilogram ikan bawal hitam. Berbeda dengan bulan sebelumnya hanya 100 kilogram sekali jalan,” papar Hendra.

Di tengah melimpahnya hasil tangkapan lanjut dia, harga ikan justru merosot tajam.

Selama tiga bulan terakhir harga ikan jenis bawal hitam masih stagnan diharga Rp40.000 per kilogram.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved