Senin, 4 Mei 2026

Imlek 2024

Cara Membuat Kue Keranjang, Makanan Khas Menyambut Imlek

Di pasaran, banyak yang menjual kue ini. Namun, pernahkah Anda mencoba membuatnya sendiri?

Tayang: | Diperbarui:
(KOMPAS/RADITYA HELABUMI)
Kue khas tahun baru Imlek, kue keranjang 

BANGKAPOS.COM --  Salah satu panganan khas yang pasti ada saat Tahun Baru Imlek ini adalah kue manis berbentuk bulat, yakni Kue Keranjang.

Dalam kepercayaan Tionghoa, rasa manis kue keranjang dianggap melambangkan suka cita.

Sementara tekstur kenyal dan lengket kue ini menggambarkan persaudaraan yang erat.

Bentuknya yang bulat menunjukkan kebersamaan tiada akhir dan tidak ada yang lebih penting dari arti kekeluargaan.

Masyarakat Tionghoa meyakini makan Kue Keranjang sepanjang musim Imlek akan membawa keberuntungan.

Baca juga: Cara Menanam Buah Durian, Mulai dari Pemilihan Lokasi hingga Panen

Baca juga: Cara Ganti Password Gmail Jika Lupa, Bisa Dilakukan Melalui HP dan Laptop

Di pasaran, banyak yang menjual kue ini. Namun, pernahkah Anda mencoba membuatnya sendiri?

Berikut resep dan panduan membuat Kue Keranjang:

Resep Kue Keranjang

Tidak sulit, berikut resep kue keranjang rumahan yang dimuat dalam buku "25 Resep Festive Chinese Food dan Kue" (2013), karya Fajar Ayu Ningsih terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.

Bahan-bahan Kue Keranjang

  • 375 ml air panas
  • 400 gram gula pasir
  • 300 gram oats cepat masak, haluskan dengan blender
  • 300 gram tepung ketan
  • 75 gram tepung sagu
  • 300 ml santan
  • ¼ sdt garam
  • ½ sdm minyak goreng untuk olesan

Cara membuat Kue Keranjang

Setelah semua bahan siap, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat kue keranjang:

  • Tuang air panas ke dalam mangkuk, tambahkan gula pasir dan aduk hingga gula larut;
  • Taruh oats, tepung ketan, tepung sagu dalam wadah. Tuang air gula dengan disaring terlebih dahulu, kemudian aduk-aduk
  • Tambahkan santan dan garam. Aduk hingga adonan halus dan rata;
  • Siapkan cetakan kue keranjang. Olesi cetakan dengan minyak goreng. Tuang adonan hingga penuh
  • Kukus adonan kue keranjang selama 30 menit hingga kue matang. Angkat dan dinginkan
  • Potong-potong sesuai selera dan sajikan
  • Bagi masyarakat Tionghoa, kue keranjang bukan hanya sekadar penganan. Lebih dari itu, kue keranjang memiliki makna baik dan doa.

Mengintip Pembuatan Kue Keranjang di Pulau Bangka

Minwan (54) generasi kedua pembuat khas Kue Keranjang di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Ia mengatakan, usaha pembuatan Kue Keranjang, sudah 18 tahun digeluti meneruskan usaha orang tuanya. 

Pembuataan Kue Keranjang dilakukan sendiri setiap tahun menjelang tahun baru Imlek mendatang. 

"Saya melanjutkan usaha dari orang tua dulu. Kue Keranjang ini, saya lakukan dengan sendiri tiap tahunnya menjelang perayaan Imlek. Sebagai generasi kedua, saya sudah bercimpung delapan belas tahun sebagai pembuat kue ini," kata Minwan kepada Bangkapos,com saat berada di kediamannya di Jalan Kampung Bintang Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Selasa, (17/1/2023) siang. 

Minwan menjelaskan penyebutan Kue Keranjang karena bentuk wadah cetakannya berbentuk seperti keranjang.

Minwan (54) generasi kedua pembuataan khas Kue Keranjang.
Minwan (54) generasi kedua pembuataan khas Kue Keranjang. (Bangkapos.com/Iqbal Pratama)

Kue Keranjang sendiri terbuat dari tepung ketan dan gula pasir yang dicampur air, setelah itu diaduk hingga bertekstur kental dan kemudian dicetak lalu dikukus.

"Ketan butir di cuci lalu direndam. Besok harinya, angkat lalu keringkan untuk giling. Setelah itu, diamkan satu hari. Besok harinya, baru dibuka dan pecahkan, lalu campurkan dengan gula pasir. Dari hasil itu, tuangkan di kantong, kemudian letakkan ke kaleng lalu di kukus," jelasnya Minwan kepada Bangkapos.com.

Ia menjelaskan proses pengukusan kue keranjang pun jangan sampai habis airnya.

Jika habis, maka akan mengalami musibah tiga tahun, bagi kepercayaan masyarakat Tionghoa. 

"Selama proses pengukusan, air tidak boleh sampe habis. Nah kalau kering maka akan sial tiga tahun, itu menurut kepercayaan kami," ucap Minwan. 

Proses pemasakan pun, masih menggunakan alat tradisonal. 

"Masih menggunakan kayu bakar, karena proses pembuatan lama dan juga ini sudah budaya kita. Selain itu rasanya pun pasti beda jika menggunakan kayu api," ungkapnya. 

Harga kue keranjang bervarian, tergantung dengan berat dan ukuran.

Biasanya berat 500gram dibendol Rp30.000 sedangkan 1 kilo Rp55.000. 

Menurutnya, pembuatan kue keranjang hingga minggu ini mencapai 900 an butir.

Tahun 2023 ini mengalami peningkatan, karena antusisme masyarakat terharap perayaan tahun imlek.

Hal ini, didorong kurangnya pandemi dan pengetatan peraturan terhadap pandemi. 

Minwan mengungkapkan kue keranjang melambangkan keinginan untuk panjang umur dan keberuntungan seseorang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Bangkapos.com

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved