Berita Pangkalpinang
Angkringan Menjamur di Pangkalpinang, Bisa Raup Omset Rp 700Ribu per Malam
Trotoar yang beralih fungsi menjadi ruang usaha dipenuhi deretan gerobak angkringan dengan lampu temaram yang memancarkan suasana hangat
BANGKAPOS.COM,BANGKA - Deretan angkringan yang kian menjamur di sepanjang Jalan Jenderal A Yani, Kota Pangkalpinang, tak hanya menghadirkan suasana hangat di malam hari, tetapi juga membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil.
Di tengah persaingan yang semakin padat, sejumlah pedagang justru mengaku tetap bertahan bahkan menikmati peningkatan omzet sejak akhir 2025 hingga jelang pertengahan 2026.
Malam di sepanjang Jalan Jenderal A Yani, Pangkalpinang, terasa hidup. Trotoar yang beralih fungsi menjadi ruang usaha dipenuhi deretan gerobak angkringan dengan lampu temaram yang memancarkan suasana hangat.
Asap tipis dari bakaran sate dan nasi bakar melayang di udara, bercampur aroma khas yang mengundang siapa saja untuk singgah.
Puluhan sepeda motor terparkir rapat, memanjang dari depan Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung hingga kawasan Polresta Pangkalpinang.
Di sela keramaian itu, pengunjung duduk lesehan di atas karpet, mengelilingi meja-meja sederhana. Obrolan santai dan tawa ringan menjadi latar suasana, memperlihatkan geliat ekonomi malam yang tumbuh dari lapak-lapak kecil.
Di antara banyaknya angkringan yang kini bermunculan, Rendi (23), pemilik “Angkringan Kelas Malam”, justru merasakan berkah. Usaha yang ia rintis sejak 2022 itu kini menunjukkan tren positif, meski persaingan semakin ketat.
“Namanya ini sebetulnya sepintas saja. Karena kalau orang malam-malam kan lapar, istilah kami ini ‘kelas malam’. Tapi kami ini ibaratnya kantin setelah kelas selesai,” kata Rendi, belum lama ini.
Rendi membuka lapaknya sejak pukul 17.00 WIB hingga dini hari, enam hari dalam sepekan. Ia memilih libur setiap Selasa karena cenderung sepi, sementara puncak keramaian terjadi pada akhir pekan hingga Senin malam.
Perkembangan jumlah angkringan di kawasan itu terbilang pesat. Jika pada awal merintis hanya ada empat hingga lima gerobak, kini jumlahnya telah mencapai puluhan.
“Dulu di sini paling cuma 4 sampai 5 angkringan. Sekarang sudah belasan, bahkan sampai 20-an. Mulai ramai itu sejak 2023, tumbuh satu per satu,” jelasnya.
Menariknya, peningkatan jumlah pelaku usaha tidak serta-merta menekan pendapatannya. Rendi justru bersyukur karena omzetnya terus membaik sejak akhir 2025 hingga memasuki 2026.
“Walaupun semakin bertambah angkringan tapi omzet kami tidak turun malahan bertambah jadi kawasan angkringan ini masyarakat sudah tau,” ujarnya.
Masa Sulit
Rendi mengakui sempat mengalami masa sulit. Pada 2024 hingga 2025, pendapatan harian pernah merosot drastis.
| Jenna&Kaia Pangkalpinang Ajak Loyal Customer Fun Padel, Perkuat Komunitas Modest Wear |
|
|---|
| PNS Pembakar Kantor Dishub Babel Ternyata Pernah Diciduk Densus, Kini Terancam 9 Tahun |
|
|---|
| Ratusan Tenaga Medis Ikuti HOM-BASE di Pangkalpinang, Perkuat Kompetensi Dokter Tangani Kanker |
|
|---|
| May Day 2026, Disnaker Pangkalpinang Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha |
|
|---|
| May Day Jadi Momentum, Wali Kota Pangkalpinang Tegaskan Dukungan untuk Buruh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Angkringan-di-Pangkalpinang-neee.jpg)