Kamis, 14 Mei 2026

Tribunners

Menara Gading di Atas Awan: Mimpi Kuliah Terhalang UKT Mahal

Di balik ambisi menimba ilmu, terbentang jurang ketimpangan ekonomi yang mempersulit akses pendidikan tinggi

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Syahrial, S.T. - Guru Ahli Madya di SMAN 1 Damar 

Oleh: Syahrial, S.T. - Guru Madya di SMAN 1 Damar

"Masa depan bangsa terancam jika pendidikan hanya menjadi milik elite, bukan milik rakyat."

MEMASUKI gerbang perguruan tinggi merupakan dambaan banyak orang. Namun, mimpi indah ini bisa terhalang oleh kenyataan pahit: Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal. Di balik ambisi menimba ilmu, terbentang jurang ketimpangan ekonomi yang mempersulit akses pendidikan tinggi.

Tulisan ini mengupas akar permasalahan UKT yang mencekik, mulai dari sistem pendanaan yang timpang hingga kebijakan otonomi perguruan tinggi negeri (PTN) yang memicu disparitas biaya. Di tengah kesenjangan ekonomi dan minimnya akses beasiswa, banyak keluarga harus berjuang keras untuk mewujudkan mimpi anak-anak mereka.

Mari selami lebih dalam problematika UKT yang membelit dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Temukan solusi dan gagasan untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan terjangkau bagi semua.

Akar permasalahan uang kuliah tunggal yang mahal di Indonesia memiliki beberapa faktor yang saling terkait.

1. Sistem Pendanaan Pendidikan Tinggi

- Ketergantungan pada uang kuliah. Saat ini, PTN di Indonesia masih sangat bergantung pada UKT sebagai sumber pendanaan utama. Hal ini menyebabkan beban biaya pendidikan tinggi lebih banyak ditanggung oleh mahasiswa dan keluarganya.

- Kurangnya dana pemerintah. Pemerintah belum mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membiayai pendidikan tinggi secara keseluruhan. Hal ini menyebabkan PTN harus mencari sumber pendanaan lain, seperti UKT, untuk menutupi kekurangan dana.

2. Kebijakan Otonomi PTN

- PTN Berbadan Hukum (PTN-BH). Sejak diberlakukannya otonomi PTN, beberapa PTN berstatus PTN-BH memiliki kewenangan untuk menentukan besaran UKT secara mandiri. Hal ini menyebabkan disparitas UKT antar-PTN, di mana PTN-BH umumnya memiliki UKT yang lebih tinggi dibandingkan PTN non-BH.

- Ketidakjelasan formula UKT. Formula yang digunakan untuk menentukan besaran UKT di setiap PTN tidak selalu transparan dan akuntabel. Hal ini menimbulkan keraguan dan pertanyaan dari masyarakat mengenai kewajaran besaran UKT yang ditetapkan.

3. Ketidakmampuan Ekonomi Masyarakat

- Kesenjangan ekonomi. Kesenjangan ekonomi yang tinggi di Indonesia menyebabkan banyak keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan tinggi anaknya. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk membayar UKT, terutama di PTN dengan UKT yang tinggi.

- Kurangnya akses beasiswa. Jumlah dan jangkauan beasiswa yang tersedia untuk membantu mahasiswa kurang mampu masih belum memadai. Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak mampu mendapatkan bantuan finansial untuk membiayai pendidikannya.

4. Faktor Lainnya

- Biaya operasional PTN. Biaya operasional PTN yang tinggi, seperti biaya gaji dosen, penelitian, dan infrastruktur, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan UKT menjadi mahal.

- Inflasi. Inflasi yang terus meningkat juga menyebabkan kenaikan biaya pendidikan tinggi, termasuk UKT.

Solusi

- Meningkatkan pendanaan pemerintah. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran pendidikan tinggi untuk mengurangi ketergantungan PTN pada UKT.

- Membuat formula UKT yang transparan dan akuntabel. Pemerintah perlu membuat formula UKT yang transparan dan akuntabel sehingga besaran UKT yang ditetapkan dapat dipertanggungjawabkan.

- Meningkatkan akses beasiswa. Pemerintah dan pihak swasta perlu meningkatkan jumlah dan jangkauan beasiswa untuk membantu mahasiswa kurang mampu.

- Meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah dapat membantu meningkatkan prestasi siswa sehingga mereka dapat diterima di PTN dengan UKT yang lebih rendah.

- Mengembangkan program pendidikan yang lebih murah. PTN perlu mengembangkan program pendidikan yang lebih murah, seperti program online atau program dengan skema magang.

Permasalahan UKT yang mahal di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan solusi yang komprehensif. Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, PTN, dan masyarakat, untuk menyelesaikan permasalahan ini. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved