Berita Bangka Selatan

Serang Nelayan Pencari Udang, Seekor Buaya Berhasil Ditangkap Warga di Dusun Mempunai 

Masyarakat sudah resah karena keberadaan buaya itu. Beberapa hari lalu seorang nelayan juga menjadi korban serangan buaya

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
istimewa
Seekor buaya berhasil ditangkap warga di perairan laut Mempunai, Desa Serdang, Rabu (7/2/2024). Buaya tersebut ditangkap usai masuk dalam perangkap warga. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Seekor buaya laut berhasil ditangkap warga di Dusun Mempunai, Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (7/2/2024) siang.

Penangkapan predator tersebut berlangsung dramatis, setelah buaya masuk ke dalam perangkap yang telah disiapkan oleh warga sejak beberapa hari lalu.

Sampai akhirnya buaya itu langsung dipindahkan ke penangkaran.

Seekor buaya berhasil ditangkap warga di perairan laut Mempunai, Desa Serdang, Rabu (7/2/2024). Buaya tersebut ditangkap usai masuk dalam perangkap warga.
Seekor buaya berhasil ditangkap warga di perairan laut Mempunai, Desa Serdang, Rabu (7/2/2024). Buaya tersebut ditangkap usai masuk dalam perangkap warga. (Ist/ Ardiansyah)

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah mengatakan, penangkapan seekor buaya itu dilakukan setelah masyarakat resah dengan keberadaan buaya yang mulai mengancam keselamatan di perairan itu.

Bahkan beberapa pekan lalu, hewan dengan nama latin Crocodylus porosus itu sempat menyerang seorang nelayan. Karena mengalami luka yang cukup serius, nelayan tersebut sampai menjalani perawatan di rumah sakit.

“Masyarakat sudah resah karena keberadaan buaya itu. Beberapa hari lalu seorang nelayan juga menjadi korban serangan buaya,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (7/2/2024).

Ardiansyah memaparkan, penangkapan itu bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan Baharudin (75), seorang nelayan pencari udang di Desa Serdang menjadi korban serangan buaya di Perairan Laut Mempunai pada Selasa (30/1) kemarin.

Atas laporan tersebut warga bersama petugas langsung mencoba memasang perangkap sejak pekan kemarin di perairan laut itu. Namun setelah beberapa hari dipasang perangkap dengan umpan ayam, buaya tersebut tak kunjung muncul.

Hingga akhirnya setelah hampir enam hari berlalu, buaya tersebut masuk ke dalam perangkap. Warga yang mengetahui hal itu langsung berbondong-bondong guna melakukan evakuasi.

Untuk menjinakkan seekor buaya itu petugas dan warga sempat kewalahan, hal itu lantaran medan yang sulit dan keganasan buaya. Tak mau menyerah, petugas akhirnya buaya itu berhasil dipindahkan dari dalam air beberapa waktu setelahnya.

“Setelah adanya laporan tersebut, petugas Damkar langsung turun ke lokasi dan dibantu warga sekitar untuk melakukan pemancingan terhadap buaya. Alhamdulilah, dengan kerja sama yang kami lakukan buaya berhasil ditangkap sekitar pukul 09.00 WIB,” jelas Ardiansyah.

Lebih jauh ungkapnya, ukuran buaya tersebut memang cukup besar bahkan panjangnya mencapai tiga meter lebih. Sementara untuk jenis kelamin buaya tersebut petugas tidak mengetahui secara pasti.

Akan tetapi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Damkar Bangka Selatan untuk diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi.

Buaya itu rencananya akan dibawa ke penangkaran satwa. Untuk kemudian bisa dilepas liarkan di habitat yang memang jauh dari aktivitas dan pemukiman warga. Dengan begitu ekosistem tidak akan terganggu.

“Kita sudah berkoordinasi pihak Lembaga Konservasi PPS Alobi di Pangkalpinang dan akan segera kita serahkan kepada mereka,” ucapnya.

Berkaca dari kejadian itu, Ardiansyah mengimbau kepada masyarakat yang berprofesi nelayan khususnya sungkur untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

Banyaknya serangan buaya terjadi lantaran diduga habitat dari buaya sudah mulai terganggu. Baik dengan adanya aktivitas pertambangan pasir timah maupun saat ini buaya tengah memasuki musim kawin.

“Karena, besar kemungkinan habitat dari buaya sudah memulai menyempit atau terganggu dengan aktivitas dari masyarakat. Untuk itu, tetap waspada dalam bekerja,” sebut Ardiansyah.

Nelayan Diserang Buaya

Seorang pria lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tak mengira niatnya mencari udang berujung petaka.

Bagaimana tidak, niat hati ingin mengais rezeki justru Baharudin (75) warga Desa Serdang, Kecamatan Toboali menjadi korban serangan buaya air laut.

Peristiwa itu terjadi di perairan Laut Mempunai, Desa Serdang, Selasa (30/1/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.

Putra (25) cucu korban mengatakan, sebelum korban pergi untuk mencari udang pihak keluarga telah memiliki firasat buruk. Di mana hampir seluruh anggota keluarga korban melarang Baharudin untuk pergi ke laut guna mencari udang pada pagi itu.

Namun entah kenapa, korban malah tak mengindahkan larangan tersebut dan langsung bergegas ke laut. Padahal diketahui di perairan tersebut sudah lagi tak ada lagi udangnya.

“Kakek saya itu sempat dilarang saat pergi menyungkur, terus dibilang susah. Sebenarnya tidak ada udang sungkur di sana. Memang kakek yang mau menyungkur, akhirnya turun ke laut,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (30/1/2024).

Kala itu lanjut Putra, kakeknya langsung pergi membawa sejumlah peralatan untuk mencari udang berupa alat tangkap sungkur dan beberapa alat lainnya. Singkat cerita, korban sudah berada di tepi pantai dan langsung turun ke dalam air guna mencari udang.

Setelah beberapa kali menyungkur udang korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga setempat.

Di mana saat itu terdapat seorang warga yang tengah membersihkan kayu untuk digunakan nelayan. Mengetahui hal tersebut, warga langsung bergegas lari menuju lokasi.

Mendapat korban diserang buaya, warga tak berani untuk turun ke air menyelamatkan korban.

Hingga akhirnya warga bergegas lari untuk memanggil warga lainnya guna meminta pertolongan.

Kala itu Baharudin sempat bergulat sekitar tiga menit dengan buaya. Pertarungan antara keduanya baru selesai setelah keponakan korban datang pasca mengetahui kakeknya diserang buaya.

Korban mendapatkan serangan buaya pada bagian paha kiri sampai pinggang dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan guna menjalani perawatan

“Memang lokasinya agak jauh. Jadi orang itu memanggil orang tak jauh dari lokasi. Sedangkan kakek saya sedang bergelut dengan buaya,” jelas Putra.

Sepengetahuan warga setempat, predator yang menyerang Baharudin berukuran hingga dua kali depa orang dewasa. Depa adalah panjang ujung jari kanan sampai ujung jari tangan kiri dan membentang.

Jika diakumulasikan panjang buaya kira-kira mencapai empat hingga lima meter. Keberadaan buaya tersebut memang sudah meresahkan warga di perairan laut Mempunai.

Tak hanya itu, beberapa tahun silam warga setempat juga pernah menjadi korban keganasan buaya yang diduga sama menyerang kakeknya

“Ukuran buaya kurang lebih dua depa setengah. Memang buaya itu sudah lama ada di sana, beberapa tahun lalu juga menyerang orang sampai meninggal dunia,” ucapnya.

Meskipun begitu Putra mengaku bersyukur kakeknya masih bisa selamat dari serangan buaya. Baharudin kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangka Selatan akibat luka robek di bagian paha kiri dan pinggang

“Saat ini masih di RSUD Bangka Selatan menjalani perawatan,” kata Putra.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bangka Selatan, dr Rudi Hartono turut membenarkan bahwa pihaknya menerima pasien akibat serangan buaya. Setelah petugas medis telah diserahkan guna memberikan pertolongan kepada korban. Diketahui korban mengalami luka serius di bagian paha kiri dan pinggang.

“Saat ini masih kita lakukan perawatan intensif di RSUD Bangka Selatan,” ujar Rudi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)


 

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved