Tribunners

Perpres Pariwisata Untuk Babel

Joni Sugiarto pemilik grup Parai Resort nampaknya ingin kembali memprioritaskan bisnis pariwisatanya yang berada di Pulau Bangka.

Editor: fitriadi
Dok. Bangkapos.com
Yan Megawandi 

Oleh Yan Megawandi

Widyaiswara di Pemprov Babel dan Dosen

Minggu malam lalu saya bertemu dengan Joni Sugiarto pemilik grup Parai Resort yang memiliki beberapa usaha pariwisata dan media di berbagai daerah Bangka, Pacitan, Palembang, dan beberapa kota lainnya termasuk di Kalimantan dan Jambi.

Joni sudah mengembangkan usahanya sejak lebih tiga dekade lalu di pulau Bangka. Parai Beach Resort malam itu berulang tahun yang ke-33.

Ketika awal membuka usahanya di Bangka, ia membangun resort pertama yang terletak di tepi pantai. Parai Beach Resort. Itu adalah resort hotel pertama di Sumatera Selatan.

Bupati Bangka waktu itu adalah R Hariono dan Gubernur Sumsel Ramli Hasan Basri.

Yang meresmikan hotel itu adalah Menteri Pariwisata yang membuat ide tentang Sapta Pesona, Susilo Sudarman.

Ketiga pejabat itu mulai dari bupati, gubernur dan menteri adalah tentara. Sebuah hal yang sangat lazim di masa orde baru.

Malam itu kami mengobrol tak cukup panjang untuk mengenang masa lalu dan membahas tentang bagaimana memajukan pariwisata di pulau Bangka yang sudah jauh tertinggal dari tetangganya Pulau Belitung yang kini berkembang sangat pesat.

Bila dulu orang mendatangi Kabupaten Bangka untuk melihat dan belajar bagaimana menjadikan pariwisata sebagai sebuah gerakan pembangunan baru yang diharapkan jadi andalan setelah timah tak lagi bersinar terang.

Joni nampaknya ingin kembali memprioritaskan bisnis pariwisatanya yang berada di Pulau Bangka. Karena itu lelaki kelahiran Kerinci Jambi ini mulai membenahi unit-unit bisnisnya yang ada di pulau Bangka.

Saya berbicara malam itu dengan salah seorang pengelola Tirta Tapta, pemandian air panas yang terletak di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Menurut teman saya yang telah lama ikut menangani tempat wisata ini, sekarang kawasan pemandian air panas yang dulu memiliki pula semacam mini zoo ini kembali dibenahi dan dipercantik. Walaupun akhir-akhir ini Air Panas Pemali tak lagi terlalu banyak menjadi pilihan berwisata.

Berbeda dengan ketika awal diresmikannya oleh Bupati Bangka yang kemudian menjadi gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali di awal tahun 2000 an.

Lokasi seluas sekitar 8,5 hektar ini memiliki kandungan air panas dengan suhu sekitar 30-38 derajat celcius.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved