Tribunners
Kenikmatan Berzakat
Dengan memberikan sedikit dari harta yang kita miliki, kita dapat membantu mengubah hidup orang lain yang membutuhkan
Oleh: Nilawati, S.Pd.I., M.Pd. - Ketua MGMP PAI SMA SMK Periode 2024-2026 Bangka Selatan
BULAN suci Ramadan menjadi bulan suci penuh keberkahan yang ditunggu umat Islam dengan intensifikasi ibadah baik vertikal maupun horizontal. Zakat sebagai salah satu rukun Islam adalah ibadah vertikal yang mempunyai pengaruh besar terhadap kesejahteraan ekonomi umat. Di bulan suci ini umat Islam akan menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban individual dan juga zakat mal (harta) bagi mereka yang sudah memenuhi kriteria.
Mengeluarkan zakat mal bertepatan bulan suci Ramadan yang harus dikeluarkan tepatnya di penghujung akhir Ramadan makin melipatgandakan pahala serta sangat bermanfaat bagi fakir miskin. Selain itu, zakat dapat diartikan sebagai bentuk ibadah yang menunjukkan rasa syukur dan pengakuan atas kepemilikan harta yang sejati, serta membantu membersihkan hati dan jiwa dari sifat serakah dan keserakahan. Keberkahan zakat juga terletak pada dimensi sosial dan ekonomi, di mana zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan yang adil dan membantu mereka yang membutuhkan dalam masyarakat.
Mengutip pendapat Nurcholis Madjid (2020), zakat dapat diartikan sebagai aksi nyata pajak pribadi, tetapi juga mempunyai arti simbolis sebagai pernyataan niat suci kepada sesama manusia melalui kesucian pola kehidupan pribadi dan golongan (kolektivitas), khususnya berkenaan dengan harta benda yang memang sering menjadi sumber kekotoran jiwa.
Dengan menunaikan zakat secara ikhlas, banyak hikmah yang didapat dan terpenting adalah menggapai keberkahan. Zakat harus dikeluarkan dengan niat yang tulus ikhlas hanya karena Allah Swt, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari manusia. Membayar zakat dengan ikhlas akan menguatkan hubungan spiritual dengan Allah Swt dan merenungkan arti sebenarnya dari menyucikan harta.
Membayar Zakat dengan tepat dan sempurna adalah kunci untuk menggapai keberkahan dunia dan akhirat. Zakat harus dikeluarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam agama Islam, baik dalam jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, jumlah yang harus dikeluarkan, serta waktu pembayarannya. Tidak ada pengurangan atau penundaan yang dilakukan tanpa alasan yang sah. Membayar zakat dengan tepat dan sempurna menunjukkan ketaatan dan kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban.
Di sisi lain menurut Wahbah Zuhaili (2015) menjelaskan empat hikmah zakat. Pertama, menjaga harta dari unsur kejahatan. Kedua, menolong orang fakir dan mereka yang membutuhkan. Ketiga, membersihkan jiwa dari penyakit bakhil dan menanamkan sifat dermawan. Keempat, mensyukuri nikmat harta.
Empat hikmah zakat ini seharusnya mendorong mereka yang wajib mengeluarkan zakat untuk tidak menunda-nunda kewajiban berbagi karena dikhawatirkan terjadi malapetaka dalam hidupnya. Hikmah zakat tersebut menjadi faktor utama terjadinya transformasi sosial ekonomi secara signifikan.
Dari berbagai referensi, berikut rangkuman penulis tentang kenikmatan berzakat.
1. Menyucikan hati dan jiwa
Dalam makna sesungguhnya zakat fitrah merupakan wujud pengakuan atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Dengan membayar zakat fitrah, kita menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari-Nya dan kita pun memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Zakat fitrah membantu kita untuk membersihkan hati dan jiwa dari kekotoran dosa dan membuat kita merasa lebih bersih dan lapang.
Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, yaitu fakir, miskin, amilin, mualaf, memerdekakan, perbudakan, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil (QS At-Taubah [9]: 60).
Zakat merupakan rukun Islam yang ke-4, selain syahadat, salat, puasa, dan haji. Zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang mampu. Dari sisi bahasa zakat memiliki arti bersih, suci, berkat, subur, dan berkembang.
2. Menjaga keseimbangan sosial
Zakat fitrah juga memiliki keutamaan dalam menjaga keseimbangan sosial. Dengan membayar zakat fitrah, kita membantu sesama yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan makanan di hari raya Idulfitri. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin sehingga tercipta suatu masyarakat yang lebih harmonis dan adil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230328_Nilawati-Andalan-Pramuka-Bangka-Selatan.jpg)