Sabtu, 2 Mei 2026

Timah

Harga Timah Dunia Moncer di Harga 32 Ribu USD, Bagaimana Perkembangan Tahun Ini

Harga timah dunia menembus 32.353 USD per Metrik Ton pada penutupan pasar akhir pekan lalu. Bagaimana pada pekan ini?

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: M Zulkodri
Ist
Harga timah dunia April 2024 

BANGKAPOS.COM- Harga timah dunia menembus 32.353 USD per Metrik Ton pada penutupan pasar akhir pekan lalu.

Bagaimana pada pekan ini?

Perdagangan timah di London Metal Exchange (LME) menunjukkan grafik harga timah yang terus naik selama bulan April.

Memulai harga di 27 ribu USD per Metrik Ton di 2 April 2024, kini harga timah menembus 32 ribu USD per Metrik Ton.

Tom Langston, Tom Langston, Senior Market Intelligence Analyst, International Tin. Asosiasi (ITA).

“Meskipun ada perubahan kebijakan perpajakan baru-baru ini di negara bagian Wa (Myanmar), tambang timah di wilayah pertambangan Man Maw tetap ditutup.

Ekspor Indonesia kini sangat tertunda karena masih belum ada aktivitas perdagangan di ICDX (Indonesia Commodity Derivatives Exchange) atau JFX (Jakarta Futures Exchange) sejak pergantian tahun,” kata Tom Langston, Tom Langston, Senior Market Intelligence Analyst, International Tin. Asosiasi (ITA). 

Ketidakpastian mengenai situasi perizinan semakin diperumit dengan penyelidikan polisi yang sedang berlangsung dan pemilihan presiden baru-baru ini di Indonesia, katanya.  

Pada hari Selasa, timah berjangka tiga bulan di London Metal Exchange (LME) dihargai $26,824 per ton.

Harga telah pulih dari $26,170, level terendah dua minggu yang terjadi dua minggu lalu.

Di Shanghai Futures Exchange (ShFE), timah berjangka bulan April berakhir pada 219,910 yuan Tiongkok per ton ($30,550) pada hari Rabu. 

Langston mengatakan posisi spekulatif untuk timah telah melonjak menjadi 1.116 kontrak net long, mencapai puncak yang belum pernah terlihat sejak dukungan spekulatif awal atas penghentian penambangan di Myanmar pada bulan Juli lalu.

Di ShFE, open interest adalah 25,846 untuk bulan April dan 15,856 untuk bulan Mei, menandakan minat spekulatif terhadap logam ini seiring dengan kenaikan posisi untuk kontrak bulan Mei.

Situs Trading Economics mengatakan penundaan dalam menyetujui rencana pekerjaan tambang tahunan di Indonesia menyebabkan hampir terhentinya ekspor pada bulan Januari, turun dari 6.000 ton pada bulan Desember 2023. 

PT Timah Tbk Gelontorkan Capex Rp 700 Miliar

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved