Timah
Tingginya Harga Timah 32 Ribu USD Sulit Dinikmati Perusahaan Smelter Timah
Kenaikan harga timah sulit dinikmati industri dalam negeri karena kasus korupsi yang melanda sejumlah perusahaan timah dalam negeri.
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Harga timah dunia awal pekan ini masih tertahan di 32 ribu USD per metrik ton.
Kenaikan harga timah sulit dinikmati industri dalam negeri karena kasus korupsi yang melanda sejumlah perusahaan timah dalam negeri.
Indonesia Mining Association (IMA) mengatakan peningkatan harga timah di kancah global disebabkan adanya permintaan (demand) yang bertambah sehingga harga cenderung naik. Tetapi pasokan (supply) timah Indonesia masih cenderung terbatas.
Plh Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widajatno mengatakan produksi timah Indonesia sepanjang tahun 2023 berada pada angka 80.000 ton.
“Ini terserap dalam negeri sebesar 5 persen. Ekspor dapat ditingkatkan karena ada kelebihan produksi permintaan (demand) akan harga logam tersebut cenderung naik, tetapi supply logam tersebut masih cenderung terbatas,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (16/04).
Djoko menambahkan, kenaikan harga timah secara global nampaknya masih akan cukup sulit dimaksimalkan oleh perusahaan-perusahaan timah di Indonesia.
“Perusahaan Indonesia terkonsentrasi di Bangka Belitung, saat ini dilanda prahara penyegelan dari dampak korupsi. Jadi untuk meningkatkan penjualan masih banyak kendala, sehingga kesempatan menaikkan keuntungan untuk perusahaan timah tidak tercapai,” tambahnya.
Kemudian, untuk memaksimalkan momen kenaikan harga, Djoko tak menyarankan untuk meningkatkan produksi, karena adanya perubahan perencanaan dan izin lingkungan.
“Kalau meningkatkan produksi harus merubah perencanaan dan izin lingkungan, Studi Kelayakan (feasibility study) atau FS di mana proses perizinannya butuh waktu lama, juga merubah Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) pun masih lambat, karena kelengkapan esensial banyak yang tidak valid,” ungkapnya.
“Menaikkan kapasitas produksi membutuhkan waktu dan kesiapan tenaga, untuk menghadapi kriteria yang dipahami berbeda beda,” tutup dia.
Sebagai tambahan, melansir dari London Metal Exchange (LME), perdagangan timah menunjukkan grafik harga yang terus naik selama bulan April di tahun ini.
Per- tanggal 2 April, harga timah mencapai 27.000 Dolar Amerika per Metrik Ton pada Kamis, 2 April 2024, hingga mencapai harga 32.353 Dolar Amerika per metrik ton pada Minggu, 14 April 2024.
Pantauan bangkapos.com, harga timah pada perdagangan di London Metal Exchange awal pekan ini, 15 April 2024 menunjukkan harga timah masih cukup tinggi.
Penawawan harga timah pada perdagangan perdana pekan ini nyaris menyentuh 33 USD per Metrik Ton.
Sementara itu PT Timah Tbk (TINS) menyambut baik kenaikan harga komoditas timah di pasar global. Sebagai gambaran, harga timah dunia di bursa London Metal Exchange (LME) tercatat mencapai US$ 32.353 per metrik ton, pada Minggu (14/4) sore.
Pada Selasa (16/4) sore, harga timah masih bertengger di level US$ 32.230 per metrik ton alias naik 7,98 persen secara mingguan.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar mengatakan kenaikan harga timah global akan memberikan efek positif baik jangka pendek maupun jangka panjang pada Perseroan.
“Tapi efek positif jangka panjang tidak hanya persoalan kenaikan harga, yang tidak kalah penting adalah bagaimana iklim pertimahan di Indonesia dapat berjalan dengan tata kelola yang sehat sehingga produk ekspor timah Indonesia dapat semakin diperhitungkan dalam hal mempengaruhi pergerakan harga timah dunia,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (16/4).
Dengan kenaikan harga timah, Abdullah juga mengatakan perusahaan juga telah mencanangkan strategi kinerja yang harus dilaksanakan dengan maksimal.
“Ini menjadi target utama dalam mendongkrak kinerja. Angka penjualan yang tinggi bisa mendongkrak pendapatan TINS di tahun 2024 dengan target pendapatan naik sebesar 70 persen -75?ri pendapatan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Kemudian terkait kapasitas produksi, ia mengatakan TINS menargetkan produksi logam timah kurang lebih 30.000 Metrik Ton di sepanjang tahun 2024.
Untuk memaksimalkan kinerja, perseroan ungkapnya juga telah melakukan beberapa strategi untuk meminimalisir dampak negatif dari maraknya tambang timah ilegal.
“Perseroan terus melakukan mitigasi risiko terkait isu illegal mining seperti penguatan Good Corporate Governance, penguatan kebijakan tata kelola program kemitraan, serta pengetatan aturan dan pengamanan di konsesi perusahaan,” tutupnya. (*)
| Harga Timah Dunia Melonjak di saat Produksi Menurun |
|
|---|
| Royalti Timah Bakal Naik, Begini Kata Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Harga Timah Bulan Juni Ditutup Menguat ke 33 Ribu USD per MT Usai 2 Produsen Terbesar Bertemu |
|
|---|
| Harga Timah Jatuh ke 31.555 USD per MT, Begini Kondisi Pasar Dunia Saat Ini |
|
|---|
| Adik Prabowo Subianto Bangun Pabrik Hilirisasi Timah di Batam, Target Omzet Rp 1,2 T Per Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Harga-timah-dunia-April-2024.jpg)