Tribunners

Membangun Pariwisata Babel Lagi?

Untuk mempercepat pembangunan pariwisata Bangka Belitung, Prof. Ernan menyarankan agar pemda dapat mengambil momentum dengan terbitnya Perpres...

Editor: fitriadi
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Mantan Sekda Babel Yan Megawandi yang kini menjadi widyaiswara di Pemprov Bangka Belitung. 

Oleh Yan Megawandi

Widyaiswara di Pemprov Bangka Belitung, dan Dosen

Akhirnya saya terpaksa menulis lagi tentang pariwisata. Ini gara-gara awal April lalu saya menjadi moderator dan mesti mendengarkan dengan cukup serius penjelasan Prof. Dr. Ernan Rustiadi, yang merupakan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim IPB.

Ketika itu yang menjadi pembicara ada tiga orang. Selain Prof Ernan, ada Vivi Yulaswati, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, dan Yusharto Huntoyungo, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Mereka menjadi narasumber pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025. Berhubung itu hari Jumat, maka terpaksa para pembicara ini dijatah waktu yang sangat singkat. Hanya 15 – 20 menit saja.

Yang menarik bagi saya salah satunya adalah paparan Prof. Ernan. Judulnya adalah “Penguatan Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

Sang profesor, berbekal data tahun 2013 yang dibandingkan dengan data 2022 melakukan kajian ekonomi Babel.

Menurutnya, secara potensi banyak sekali kekuatan Babel di bidang agromaritim. Namun dalam hal transformasi ekonomi, maka Babel belum bergerak ke arah transformasi ekonomi selayaknya wilayah-wilayah yang mengalami kemajuan.

Menurut Ernan, ciri dari daerah yang maju tersebut adalah berkurangnya ketergantungan pada sektor primer seperti pertanian dan pertambangan. Sedangkan Babel terlalu tinggi ketergantungannya pada sektor tambang. Itu artinya transformasi ekonomi tidak berjalan lancar sebagaimana semestinya. Ini adalah tantangan, jelasnya.

Dari data yang ia amati terlihat bahwa sektor ekonomi yang paling memiliki keunggulan komparatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah pertanian (3,43), real estate (3,04), akomodasi dan makan minum (2,83), industri pengolahan (2,64), perdagangan (2,71), kesehatan dan sosial (2,47), pendidikan (2,13), transportasi (1,94), pertambangan (1,95), dan jasa.

Bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia maka sektor akomodasi dan makan minum yang dapat kita anggap sebagai sektor pariwisata Kepulauan Bangka Belitung menduduki urutan ke-4 pada sektor basis menurut Location Quotient (LQ) dengan angka 2,83. Provinsi Bali adalah yang tertinggi dengan angka 7,46. Diikuti oleh Kepulauan Riau dengan angka 4,6. Di tempat ketiga ada Jawa Timur dengan LQ 3,25.

Kemudian bila dilihat dari pertumbuhan dan persaingan, pertambangan sebenarnya sudah turun. Yang naik itu adalah sektor akomodasi dan makan minum yang lebih dekat kepada sektor pariwisata, serta informasi dan komunikasi. Menurut Ernan, ini merupakan tren sepuluh tahun terakhir yang terlihat.

Dari data ini sebenarnya terlihat cukup jelas bahwa ada momentum yang perlu dijaga dan didorong berupa kenaikan pertumbuhan yang terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum serta komunikasi. Hal itu memberikan gambaran bahwa sebenarnya dengan kebijakan yang tepat dan jelas, akan lebih mudah bagi pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan kepariwisataan daerah.

Sedangkan sektor ekonomi yang paling memiliki keunggulan kompetitif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah administrasi pemerintahan (0,26), akomodasi dan makan minum (0,16), informasi dan komunikasi (0,16), pertanian (0,12), real estate (0,04), dan jasa perusahaan (0,07)

Penguasa Lalu Anggap Pariwisata Tak Penting?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved