Minggu, 31 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Dukun Kampung Gelar Ritual Bebuang dan Cucor Aik Sembilan

Maras Taun melibatkan para dukun kampung atau tetua adat untuk memanjatkan doa. Para dukun juga melakukan prosesi bebuang (membuang sesuatu barang)...

Tayang:
Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Jumat (10/5/2024). 

Maras Taun melibatkan para dukun kampung atau tetua adat untuk memanjatkan doa. Para dukun juga melakukan prosesi bebuang (membuang sesuatu barang) dan cucor aik sembilan (menuangkan air sembilan).

TRADISI Maras Taun kembali digelar warga Dusun Iler, Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis (9/5). Kegiatan itu memang telah menjadi tradisi dari warga yang dilakukan setiap tahun pada bulan April atau Mei.

Maras Taun merupakan ritual adat yang dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur dan meminta keselamatan kepada Tuhan.

Dalam acara Maras Taun ini, melibatkan para dukun kampung atau tetua adat untuk memanjatkan doa.

Selain itu, para dukun kampung juga melakukan prosesi atau ritual bebuang (membuang sesuatu barang) dan cucor aik sembilan (menuangkan air sembilan).

“Maras Taun ini dilaksanakan setiap tahun setiap bulan April atau Mei. Acara ini juga dilaksanakan di setiap dusun,” ujar Kepala Desa Bantan Suhandi kepada Pos Belitung, Kamis (9/5).

Ia menambahkan melalui acara Maras Taun juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

Sebab, semenjak persiapan acara dan juga memasak suguhan makanan dilakukan oleh warga, utamanya para ibu-ibu.

Baca juga: Kabar Baik Usai Azan Zuhur, Erzaldi Rosman Maju Pilgub Babel dari Gerindra

Baca juga: Timah Rombak Direksi dan Puasa Bagi DEviden

Selain itu, seluruh dukun dan tetua adat di tiap dusun turut hadir mendoakan warganya.

“Memang untuk anggarannya dibantu pemerintah desa tapi semua persiapannya dari warga saling kerja sama,” kata Suhandi.

Selain meminta keselamatan, dalam acara Maras Taun, warga yang datang membawa air dan tepung tawar (tepung beras).

Setelah dibacakan dukun, barang-barang tersebut kembali dibawa pulang.

Air yang dibacakan doa diminum oleh anggota keluarga, sedangkan tepung tawar ditebar di sekeliling rumah serta kendaraan.

“Kepercayaannya untuk meminta keselamatan menghadapi tahun depan, dimudahkan rezeki dan lain-lain,” katanya.

Suhandi berharap tradisi Maras Taun dapat terus dilestarikan demi menjaga warisan nenek moyang. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved