Bangka Pos Hari Ini
Alan Gugup Saat Sembelih Sapi Kurban Presiden Berbobot 790 Kilogram di Beltim
Alan (28), juru sembelih halal asal Manggar, mengaku gugup saat mendapat tugas menyembelih sapi kurban bantuan Presiden RI berbobot ...
Matahari pagi mulai meninggi ketika halaman Masjid Jami’ Al-Faalah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, dipenuhi warga yang datang sejak pagi, Rabu (27/5). Di bawah tenda sederhana yang berdiri di samping masjid, sejumlah kursi plastik tersusun rapi. Tidak ada kemewahan dalam suasana itu, namun ada antusiasme besar yang terasa dari masyarakat.
HARI itu, masjid di desa tersebut mendapat amanah menyembelihsapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi berjenis Simental dengan bobot mencapai 790 kilogram itu menjadi pusat perhatian warga.
Di antara keramaian panitia dan warga, seorang pria muda tampak berjalan perlahan sambil menenteng botol air minum besar. Celemek putih yang melingkar di pinggangnya dipenuhi bercak merah. Kaus Juru Sembelih Halal (Juleha) Bangka Belitung yang dikenakannya juga basah oleh keringat sejak pagi.
Pria itu adalah Alan (28), juru sembelih asal Kecamatan Manggar yang baru saja menyelesaikan tugas paling mendebarkan sepanjang hidupnya, yakni mengeksekusi sapi kurban bantuan Presiden.
Napas Alan masih tersengal ketika ia berkali-kali membasuh tangan di keran dekat masjid. Jemarinya terlihat sedikit bergetar saat membuka tutup botol minum.
“Tunggu sebentar ya Bang, minta waktu lima menit. Mau ambil napas dulu, masih agak gugup ini,” ujarnya sambil tersenyum kecil. Beberapa saat kemudian, raut tegang di wajahnya mulai mencair.
Alan lalu menceritakan bagaimana dirinya nyaris tidak percaya saat diminta menjadi eksekutor sapi kurban berbobot hampir satu ton tersebut.
Mendadak
Bagi Alan, menyembelih sapi sebenarnya bukan pekerjaan baru. Sejak 2017, ia sudah terbiasa menangani sapi kurban maupun sapi potong di pasar. Namun, pengalaman menyembelih sapi bantuan Presiden disebutnya jauh berbeda dibanding biasanya.
“Kalau memotong sapi sih sudah sering sekali. Tapi kalau pengalaman yang sangat berharga dan bikin deg-degan setengah mati, ya baru hari ini, memotong sapi Presiden,” katanya.
Selama ini, sapi yang biasa ditanganinya ratarata berbobot 200 hingga 300 kilogram. Karena itu, saat pertama kali berdiri di samping sapi Simental raksasa tersebut, rasa percaya dirinya sempat runtuh.
“Sapi Bapak Presiden ini besarnya hampir satu ton. Begitu saya berdiri di sampingnya memegang pisau, rasanya langsung getar semua badan,” ungkap Alan.
Tugas besar itu ternyata datang secara mendadak. Pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB, telepon genggamnya berdering. Di ujung sambungan, Ketua Juleha Tanjungpandan, Wahidun, meminta dirinya membantu proses penyembelihan sapi bantuan Presiden di Kelapa Kampit.
“Malam-malam ditelepon. Jujur, saya sempat ragu dan bertanya dalam hati, bisa tidak ya saya. Tapi demi pengalaman dan kebanggaan besar ini, akhirnya saya ambil,” tuturnya.
Keesokan paginya, Alan sudah berada di lokasi sejak pukul 08.30 WIB sebelum prosesi penyerahan sapi dilakukan. Pengalaman hampir sembilan tahun di dunia penyembelihan membuatnya perlahan mampu mengendalikan rasa gugup.
Dengan bantuan panitia dan tim di lapangan, proses penyembelihan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
| Hellyana Langsung Ditahan, Wakil Gubernur Bangka Belitung Divonis 4 Bulan Penjara |
|
|---|
| Strategi dan Mental Jadi Kunci, Berry-Yogi Taklukkan Kejurnas Domino Nasional |
|
|---|
| Lantik 17 Pejabat, Saparudin Minta ASN dan Keluarga Jaga Etika di Medsos |
|
|---|
| Ngaku Polisi dan Geledah Rumah, Komplotan Gondol Emas Rp95 Juta Milik IRT di Deli Serdang |
|
|---|
| Asror Sulap Limbah Kandang Ayam Jadi Pupuk Organik untuk Hidupkan Lahan Bekas Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260528-Bangka-Pos-Hari-Ini-Kamis-2805202612.jpg)