Sabtu, 18 April 2026

Inilah Doa Niat Bagi yang Hendak Berangkat Haji

Niat dapat dipahami sebagai kehendak hati yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Dalam Islam, niat adalah komponen penting yang menentukan nilai setiap perbuatan.

Niat dapat dipahami sebagai kehendak hati yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan diwujudkan melalui tindakan nyata.

Mayoritas ulama setuju bahwa niat berada di dalam hati, dan prinsip ini berlaku untuk semua bentuk ibadah serta aktivitas sehari-hari.

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, secara khusus, dalam ibadah haji dan umrah, niat memiliki peran yang sangat penting. Kedua ibadah ini diawali dengan niat yang tulus dalam hati, sebagai langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melanjutkan ke tahap-tahap berikutnya.

Niat ini berhubungan erat dengan konsep ihram, yang menandai dimulainya ritual haji atau umrah.

Ketika seorang Muslim memutuskan untuk menunaikan haji atau umrah, ia memulai dengan berniat dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Setelah niat ini tertanam dalam hati, langkah berikutnya adalah mengucapkan lafal لبّيك عمرة و حجّا (labbayka ‘umratan wa hajjan), yang artinya “Aku memenuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji”.

Lafal ini merupakan deklarasi verbal yang mengiringi niat dalam hati, mengokohkan tekad untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.

Peran niat yang demikian penting dalam haji dan umrah juga mengingatkan kita akan esensi ibadah itu sendiri.

Ibadah bukan hanya tentang tindakan fisik semata, tetapi lebih dalam lagi, tentang kesadaran dan keikhlasan hati dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus….” (Q.S. al-Bayyinah: 5).

Ayat ini menegaskan pentingnya memurnikan niat dalam beribadah hanya kepada Allah SWT. Memurnikan niat berarti memastikan bahwa segala tindakan, terutama dalam konteks ibadah, dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT, tanpa ada niat lain yang mencampuri keikhlasan tersebut.

Selain itu, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Abdullah bin Umar RA berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan ‘labbayka ‘umratan wa hajjan’ (Aku patuhi perintah-Mu untuk umrah dan haji).”

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menggabungkan niat haji dan umrah dalam satu bacaan talbiyah.

Dengan mengucapkan talbiyah ini, Rasulullah SAW menegaskan niatnya untuk menunaikan kedua ibadah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. (*)

Sumber: bangkapos.com
Tags
haji
niat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved