Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah
Siapa Febrie Ardiansyah, Jampidsus Kejagung yang Dibuntuti Anggota Densus 88 Antiteror Polri
Siapa Febrie Ardiansyah, Jampidsus Kejagung yang Dibuntuti Anggota Densus 88 Antiteror Polri
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Siapa Febrie Ardiansyah, Jampidsus Kejagung yang dikabarkan dibuntuti Anggota Densus 88 Antiteror Polri
Nama Febrie Ardiansyah mendadak membuat heboh jagad media sosial belakangan ini.
Namnya terus dicari banyak orang karena viral diduga dibuntuti oknum anggota Polri, benarkah?
Lantas Siapa Febrie Ardiansyah?
Febrie Adriansyah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) yang dikabarkan dibuntuti oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Febrie Ardiansyah diketahui menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI sejak 31 Desember 2021.
Sejak menjabat, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus mega korupsi.
Febri berhasil menggarap kasus skandal mega korupsi PT. Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri dan korupsi BTS di Kominfo.
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta itu menggantikan posisi Ali Mukartono yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI.
Sebelum menjabat Kajati DKI Jakarta, Febrie pernah menjabat Direktur Penyidikan pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi.
Saat ini, Febrie Ardiansyah sedang menangani mega korupsi komoditi timah.
Sebanyak 16 orang sudah ditetapkan tersangka di antaranya Harvey Moeis, suami Sandra Dewi.
Dalam kasus timah ini, Febrie Ardiansyah sempat menyebutkan kalau pihaknya membidik kegiatan ekspor dari hasil pertambangan timah yang izinnya bermasalah itu.
Termasuk di antaranya, jumlah ekspor serta pihak eksportir. Pendalaman eksportasi timah tersebut dilakukan dengan memburu alat bukti berupa dokumen-dokumen.
Apalagi khusus di Bangka, pernah dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
| Kejari Bangka Selatan Sita Uang Rp3,094 Miliar dan Segel SPBU dari Kasus Korupsi Tata Niaga Timah |
|
|---|
| Sosok Adhiya, Bos Buzzer Disebut Marcella di Kasus Harvey Moeis, Bayaran Hampir Rp600 Juta per Bulan |
|
|---|
| Terungkap Pengakuan Marcella di Pengadilan: Buzzer Dibayar Rp 597 Juta demi Selamatkan Harvey Moeis |
|
|---|
| Kejari Bangka Tengah Upayakan Pemda Bisa Manfaatkan Aset Sitaan Negara Milik Aon |
|
|---|
| Kasus Korupsi Timah 270 T Masih Berbuntut Panjang, Kejari Basel Periksa Pejabat PT Timah dan Mitra |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/profil-jampidsus-kejagung-dibuntuti-densus-88.jpg)