Mengenal Suku Togutil Halmahera Timur, Muncul di Pertambangan Diduga Kelaparan
Suku Togutil adalah suku pedalaman di hutan Halmahera. Mereka hidup secara nomaden di kedalaman hutan...
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
"Menurut saya suku Togutil sudah sangat terdesak. Ini posisinya di titik tengah pulau Halmahera, hutan lebat. Hutan terakhir yang lagi (sedang) ditambang ini," kata dia.
Mengenal Suku Togutil
Suku Togutil adalah suku pedalaman di hutan Halmahera.
Mengutip dari jurnal milik UIN Raden Fatah Palembang, Suku Togutil adalah suku yang hidup secara nomaden di kedalaman hutan.
Suku Togutil tersebar di beberapa wilayah Maluku Utara, seperti di Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Halmahera Utara.
Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli.
Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai.
Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga.
Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp.
Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung.
Suku Togutil yang dikategorikan suku terasing tinggal di pedalaman Halmahera bagian utara dan tengah, menggunakan bahasa Tobelo sama dengan bahasa yang dipergunakan penduduk pesisir, orang Tobelo.
Mereka hidup dari memukul sagu, berburu babi dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai, di samping berkebun.
Mereka juga mengumpulkan telur megapoda, damar, dan tanduk rusa untuk dijual kepada orang-orang di pesisir.
Kebun-kebun mereka ditanami dengan pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.
Namun karena mereka suka berpindah-pindah, dapat diduga kalau kebun-kebun itu tidak diusahakan secara intesif.
| Korban Air Keras Toboali Jalani Operasi, Rosidi Desak Negara Lindungi Aktivis dan Wartawan |
|
|---|
| UHC Bangka Selatan Dongkrak Kunjungan Pasien RSUD Kriopanting, 95 Persen Gunakan KTP |
|
|---|
| Kades Air Anyir Ditahan, Bupati Bangka Hormati Proses Hukum dan Siapkan PLT |
|
|---|
| Pemprov Babel Tetapkan Harga TBS Sawit Tertinggi Rp3.783 per Kg |
|
|---|
| BPBD Pangkalpinang Belum Ada Dampak El Nino, Tetap Siaga Cegah Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240527-Mengenal-Suku-Togutil-Halmahera-Timur.jpg)