Kamis, 16 April 2026

Kasus Vina Cirebon

Begini Nasib Eks Ketua RT Ketika Peristiwa Pembunuhan Vina dan Eky, Pernah Diusir Warga

"Dia enggak ngasih keterangan atau apa. Makanya warga sini ngusir pak, RT-nya tuh. Enggak punya tanggung jawab" Ujar Sadikun Paman Saka Tatal

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: Evan Saputra
TribunJakarta.com
Warga sekitar TKP, Sauri, Sadikun dan Samsuri 

BANGKAPOS.COM--Barsen, mantan Ketua RT yang menjabat saat peristiwa pembunuhan Vina dan Eky pada tahun 2016, diusir warga.

Ia dianggap tidak bertanggung jawab dan tidak memberikan pembelaan terhadap warganya yang kini telah dipenjara.

Sadikun, paman dari Saka Tatal, menyatakan bahwa Barsen tidak memberikan keterangan yang dapat meringankan para tersangka.

Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Dedi Mulyadi di kanal YouTube-nya, seperti yang dilansir oleh Tribunnewsbogor.com pada Selasa (4/6/2024).

"Dia enggak ngasih keterangan atau apa. Makanya warga sini ngusir pak, RT-nya tuh. Enggak punya tanggung jawab," ujar Sadikun dengan kesal.

Padahal keterangan darinya sanat berarti dan dapat meringkan para tersangka.

Namun ia lebih memilih tak ikut-ikutan agar anaknya tak terseret kasus pembunuhan itu.

Keberadaan Barsen kini menjadi misterius, ia bersama keluarganya, termasuk anaknya, Kahfi, yang juga terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky, telah menghilang.

Sadikun membantah pernyataan Dedi yang menyebut Barsen sempat menjadi saksi di pengadilan.

"Enggak mau jadi saksi pak, dia enggak mau ikut-ikutan," lanjutnya.

Kini keberadaan mantan Ketua RT itu misterius.

Ia bersama keluarga termasuk anaknya, Kahfi yang terseret kasus pembunuhan Vina Cirebon dan kekasihnya, Muhamad Rizky Rudiana alias Eky pada 2016 silam menghilang.

Mereka berdua tak muncul atau memberikan kesaksiannya soal peristiwa kelam ini.

Padahal, keterangannya bisa menjadi tambahan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di malam Vina dan Eky terbunuh.

Warga sekitar TKP, Fery Heriyanto, sempat berupaya untuk menemui sosok mantan Ketua RT yang menjabat saat peristiwa 8 tahun silam itu terjadi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved