Sabtu, 18 April 2026

Idul Adha 2024

Penyebab Waktu Idul Adha Indonesia dan Arab Saudi Berbeda, ini Kata Kemenag-MUI

Kementerian Agama (Kemenag) buka suara mengenai perbedaan Hari Raya Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi. 

Penulis: Agis Priyani | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews
Penyebab Waktu Idul Adha Indonesia dan Arab Saudi Berbeda, ini Kata Kemenag-MUI 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) buka suara mengenai perbedaan Hari Raya Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi. 

Seperti yang diketahui, perayaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi tahun ini mengalami perbedaan waktu. 

Di Indonesia, Iduladha  akan dirayakan pada Senin, 17 Juni 2024, sementara di Arab Saudi akan jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut sering kali terjadi karena perbedaan zona waktu antara kedua negara.

"Beda zona, beda waktu, masuknya magrib kan beda, kan dilakukan rukyah itu pada saat itu kan. Beda itu biasa, karena beda zona jauh sekali. Perbedaan kita jadi hal yang seringkali terjadi," jelas Kamaruddin di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (7/6/2024), dikutip dari Tribunnews.

Lebih lanjut, Kamaruddin menuturkan bahwa terkait pelaksanaan puasa Arafah, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti ketetapan di masing-masing negara. 

"Yang disana mengikuti di sana, orang yang di Saudi mengikuti keputusan Saudi. Di sini kita mengikuti keputusan sini karena tidak ada hukum global. Enggak bisa karena perbedaan, bumi, rotasi bulan yang tidak memungkinkan bisa sama," ucapnya.

Menurut Kamaruddin, perbedaan waktu ini dapat terjadi hampir setiap tahun dan merupakan hal yang sangat biasa. 

"Enggak masalah karena memang beda tempat. Biasa itu hampir setiap tahun biasa sekali terjadi," tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1445 H jatuh pada Hari Sabtu (8/6/2024), sehingga Hari Raya Iduladha akan jatuh pada Senin (17/6/2024).

Penetapan awal Bulan Dzulhijjah 1445 H tersebut diputuskan dalam sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat (7/6/2024), di Jakarta.

Sidang isbat tersebut didahului dengan pelaksanaan pemantauan hilal (rukyatulhilal) di 114 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Pada hari ini informasi hitungan hisab telah dikonfirmasi dengan hitungan rukyat dan petugas-petugas Kemenag di berbagai penjuru di seluruh Indonesia,” kata Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, dalam konferensi pers, Jumat (7/6/2024).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama, kata dia, menggunakan kriteria visibilitas posisi hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan komariyah dengan mengisyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Adapun data posisi hilal hari ini di seluruh ndonesia, menurutnya berada di ketinggian 7 derajat 15,82 menit hingga 10 derajat 41,09 menut.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved