Sabtu, 18 April 2026

Berita Bangka Selatan

Keluarga Risiko Stunting di Bangka Selatan Turun hingga 40 Persen

Keluarga berisiko stunting turun hingga mencapai 40,19 persen. Jumlah itu merupakan capaian terbesar dalam penanganan stunting yang tengah dilakukan

GrafisTribunlampung/Dodi
Stunting Pada Anak 

Ditetapkannya wilayah itu sebagai lokus stunting berdasarkan hasil E-PPGBM atau sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. E-PPGBM memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi yang dimasukan setiap bulan oleh pengelola gizi di tiap-tiap Puskesmas.

Setiap bulan, petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi anak dengan risiko stunting.

“Sementara empat desa yang berhasil menekan kasus stunting di bawah 10 persen yakni Desa Rias dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali. Dilanjutkan Desa Malik dan Desa Irat, Kecamatan Payung,” ucapnya.

Walaupun demikian kata Herman, untuk mencapai kinerja tersebut, pemerintah setempat terus melakukan berbagai inovasi program. Antara lain sepert Gerakan Terpadu Kendalikan dan Tuntaskan Stunting atau Gardu Kemunting, Bergerak Serentak Penurunan Stunting atau Berkat Pasti dan Bersama Bunda, Turun Benahi dan Lihat Tumbuh Kembang Anak Stunting alias Batu Belimbing.

Lalu,  Layanan Antar Jemput Cegah Rawat Darurat dan Stunting alias Layar Gading Ranting, Moge Promkes dan Nyuling atau akronim Motor Gesit Promosi Kesehatan dan Penyuluhan Keliling. Terakhir Yuk Krio alias Yuk Konsultasi di Rumah Sakit Mengenai Informasi Kesehatan Secara Online serta beberapa inovasi lainnya.

“Kita juga melibatkan berbagai stakeholder seperti TP PKK Bangka Selatan, instansi forkopimda bahkan pihak swasta seperti Bank Sumsel-Babel dan perusahaan,” ujar Herman. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved