Selasa, 14 April 2026

Hasil Psikologi Forensik hingga IQ Pegi Setiawan Dibongkar Polda Jabar, Begini Hasilnya

Hasil Psikologi Forensik hingga IQ Pegi Setiawan Dibongkar Polda Jabar, Begini Hasilnya. Simak selengkapnya

Editor: Evan Saputra
tribun
Hasil Pemeriksaan Psikolog Pegi Setiawan Cenderung Berbohong dan Manupulatif 

Tim kuasa hukum Polda Jabar juga mengungkapkan terdapat riwayat tingkahlaku pelanggaran hukum sejak remaja oleh Pegi Setiawan.

"Keterlibatan Pegi dalam lingkungan pergaulan negatif saat memasuki usia remaja, yang ditandai dengan penggunaan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan," tegasnya.

IQ Pegi 78

Tim hukum Polda Jabar mengungkapkan bahwa fungsi intelektual ambang (borderline intelligence functioning) atau IQ dari tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan, berada di angka 78.

Hal ini diungkapkan saat membacakan jawaban atas gugatan pemohon dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

“Fungsi intelektual ambang borderline intelligence functioning, dengan nilai IQ 78,” demikian pernyataan salah satu anggota tim hukum Polda Jabar dalam sidang, Selasa (2/7/2024).

Dalam sidang tersebut, hasil pemeriksaan psikologis forensik Pegi juga dibeberkan, meliputi gambaran tentang aspek intelegensi, kepribadian, dan status mental Pegi. 

Selama menjalani pemeriksaan, Pegi kerap menunjukkan sikap memegang dan menggaruk tangan, menggaruk kepala ketika merespons pertanyaan, kontak mata kurang terjaga dan cenderung menghindari kontak mata.

Dalam komunikasi, Pegi memerlukan waktu untuk merespons pertanyaan yang disampaikan pemeriksa. Ia juga kerap menjawab tidak tahu dan tampak kebingungan ketika ditanya.

Dalam hal memori, Pegi dinilai kesulitan menyampaikan informasi secara detail dan tidak konsisten dalam beberapa informasi yang disampaikan.

Berdasarkan hasil tes psikologi, Polda Jabar menetapkan bahwa status mental Pegi relatif memadai dan memiliki kompetensi untuk memberikan keterangan.

Namun demikian, pihaknya menduga jika Pegi cenderung berbohong dalam memberikan keterangan.

"Bahwa dalam diri Pegi Setiawan ada sikap kecenderungan sikap berbohong atau menutupi yang sebenarnya dan manipulatif," katanya.

"Karena ditemukan beberapa cerita berbeda antara Pegi Setiawan dan ayah kandungnya, pada saat ditanyakan peristiwa yang sama di antara keduanya."

(*/Kompas/Tribunnews)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved