Kasus Vina Cirebon

Wakil Ketua DPR RI Minta Kapolri Bertindak usai Pegi Ngaku Disiksa selama Ditahan: Menyedihkan

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin angkat bicara. Ia menyesalkan penyiksaan yang sempat dialami Pegi selama berada di dalam tahanan...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com
Wakil Ketua DPR RI Minta Kapolri Bertindak usai Pegi Ngaku Disiksa selama Ditahan: Menyedihkan 

Jika dirinya menolak makan, maka ia akan kembali dipukuli.

Saka Tatal lalu terpaksa makan nasi yang sudah berceceran di lantai.

Tak cuma itu, Saka Tatal juga mengaku dipaksa meminum air kencing atau urine.

"Pernah dikasih air kencing, suruh minum," ucap Saka Tatal.

"Saka enggak kuat dimuntahin lagi," imbuhnya.

Dibantah Polisi

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan, terpidana Saka Tatal cenderung berbohong saat diperiksa penyidik terkait pembunuhan Vina dan Eky.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan hal ini berdasarkan balai pemasyarakatan (bapas) yang mendampingi pemeriksaan Saka waktu itu.

"Bahkan keterangan dari bapas ini dari ahli, dibocorin dikit boleh ya, jadi keterangan dari bapas bahwa Saka Tatal cenderung berbohong."

"Ketika memberikan keterangan berubah-ubah. Ini dari keterangan bapas," ujar Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Lebih lanjut, Sandi menepis berbagai isu yang menyebut Saka Tatal mendapat perlakuan intimidasi serta tidak didampingi keluarganya saat diperiksa.

Dia juga membantah isu yang menyebut Saka diperiksa bukan oleh penyidik, melainkan ayah korban Eki, Iptu Rudiana.

Sandi lantas menunjukkan beberapa foto yang menepis semua tudingan itu.

"Ini sebagai gambaran ada foto ini Saka Tatal saat diperiksa tahun 2016 dan dibilang katanya yang periksa adalah Rudi atau ayah Eki," ujar Sandi.

"Ini diperiksa oleh penyidik Polresta Cirebon dibesarin atau foto diperlebar lagi bahwa Saka Tatal difoto diperiksa dalam keadaan baik-baik aja tidak ada intimidasi didampingi perempuan di depan adalah tantenya, kemudian yang pakai jilbab adalah ibunya, kemudian yg belakang laki-laki ada dari bapas," tutur dia.

Sandi pun mengatakan penyidik sudah berhati-hati dan bekerja secara profesional saat mengusut kasus ini.

"Berarti penyidik berhati-hati secara profesional dalam bekerja ini keterbukaan mungkin masukannya," tutur dia.

(Bangkapos.com/Kompas.com/TribunJakarta.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved