Selasa, 19 Mei 2026

Resonansi

Kejahatan di Hari Sabtu

Dalam teori kriminologi ro adatiga penyebab kejahatan. Pertama, target yang tepat. Kedua, motivasi pelaku dan pengamanan yang minim

Tayang:
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: fitriadi
Bangkapos.com
Ade Mayasanto Editor In Chief Bangka Pos dan Pos Belitung 

Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.
Editor in Chief
Bangka Pos/Pos Belitung

Pria berjaket hitam berikut sepatu putih menenteng senjata api dan palu.

Sementara satu pria lain yang mengenakan jaket jeans biru muda, kaos merah, celana panjang putih, memilih menunggu di motor.

Keduanya lalu kompak, bahu-membahu menyatroni toko emas di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (13/7) kemarin.

Prak! Cincin, kalung hingga gelang emas pun digasak tanpa ampun.

Tangan perampok leluasa mengambil perhiasan dan mengantonginya dalam kantong jaket. Maklum, saat aksi keduanya berjalan, toko emas sepi pengunjung.

Pemilik toko yang tengah rebahan di kursi, hanya bisa pasrah. Apalagi, nyawa terancam lantaran perampok menenteng senjata api yang diduga rakitan.

Sukses mendapatkan buruan, keduanya kabur ke arah Dusun Mekar Jaya, Desa Payung, Bangka Selatan.

Atas kejadian itu, korban atas nama Bong Kimbi dan Elisa ditengarai merugi belasan juta rupiah.

Bong Kimbi dan Elisa beruntung selamat. Kedua pelaku perampokan tak sempat memuntahkan peluru.

Pada hari Sabtu (13/7), pukul 18.15 waktu Amerika Serikat, berbeda lokasi.

Serentetan tembakan terdengar saat mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kampanye di Butler, Pennsylvania.

Dari rekaman video, Trump yang merupakan presiden dari Partai Republik tampak meringis dan meletakkan tangan kanannya ke telinga kanan seusai tembakan terdengar.

Sejumlah pria yang diduga pengawal Trump dari dinas rahasia AS sontak mengerumuni Trump yang memilih merunduk di bawah podium.

Trump lalu dilarikan ke kendaraan. Ia berulangkali mengacungkan tangan mengepalnya ke arah kerumunan dan berteriak.

Harian The Washington Post mengabarkan, satu orang tewas dan satu orang terduga pelaku penembakan juga tewas.

Usai penembakan, lokasi kampanye terlihat berantakan. Kursi-kursi terjatuh dan pita polisi kuning terpasang di sekitar panggung. Suara teriakan dari arah kerumunan ribuan orang terdengar keras.

AFP memberitakan, pelaku penembakan diduga bernama Thomas Matthew Crooks.

Pria asal Bethel Park, Pennsylvania ini baru berusia 20 tahun.

Kota ini berjarak sekitar 70 km atau 43 mil atau bisa satu jam perjalanan dari Butler menuju lokasi percobaan pembunuhan terhadap Trump.

Di Negeri Uwak Sam, orang dewasa memiliki senjata api dianggap suatu hal yang wajar.

Negara mengizinkan kepemilikan senjata api secara legal.

Kepemilikan senjata api diatur konstitusi negara, khususnya melalui amandemen kedua konstitusi AS.

Aturan kepemilikan senjata api ini telah ada sejak 1791.

Kendati demikian, aturan kepemilikan senjata api di AS bervariasi antara pemerintah federal dengan negara bagian di AS. Beberapa negara bagian, aturannya bisa saja tidak seketat negara bagian lain.

Sebut saja di Negara bagian Nevada. Orang tidak perlu memberi tahu siapapun bahwa mereka memiliki senjata api.

Ada juga aturan yang bicara soal jenis senjata api tertentu yang boleh dimiliki orang. Itu berarti, peraturannya berbeda antar satu negara bagian dengan negara bagian lainnya.

Apalagi kemudian, AS tetap memberikan pembatasan kepemilikan senjata api berdasar Undang-undang pengendalian senjata tahun 1968.

Di Indonesia, warga sipil boleh memiliki senjata api sebagai alat pertahanan diri.

Kepemilikan senjata api ini harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan kepolisian Republik Indonesia.

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 82 Tahun 2004 tentang kepemilikan senjata api di kalangan sipil, hanya berlaku untuk golongan tertentu saja. Sebut saja seperti Direktur Utama, Menteri, pejabat pemerintahan, pengusaha utama, komisaris, pengacara dan dokter.

Calon pemilik senjata juga minimal tiga tahun telah memiliki ketrampilan menembak. Mereka juga akan diuji melalui tes psikologi dan kesehatan.

Selain itu, pemilik senpi juga harus mendapatkan surat izin dari instansi atau kantor yang bertanggung jawab atas kepemilikan senpi. 

Lalu bagaimana dengan perampok emas di Bangka Selatan?

Hingga kini belum diketahui sosok komplotan perampok bersenjata api tersebut.

Polisi masih terus memburu mereka. Yang pasti, polisi telah mengantongi ciri-ciri kedua pelaku dari rekaman CCTV.

Yang pasti kedua, peristiwa perampokan ini menjadi peristiwa perampokan pertama di Bangka Belitung pada 2024.

Untuk diketahui, data statistik kriminal 2023, Bangka Belitung termasuk wilayah dengan jumlah kejadian kejahatan terhadap fisik/badan paling sedikit di Indonesia pada 2022 lalu.

Wilayah Polda Kepulauan Bangka Belitung hanya terdapat 172 kejadian kejahatan.

Begitu juga dengan jumlah kejadian kejahatan terhadap kesusilaan. Bangka Belitung tercatat paling minim, yakni hanya 35 kejadian.

Catatan minim kejahatan di Babel juga ditorehkan antara lain perihal pembunuhan, kasus penipuan dan korupsi. 

Sekedar catatan, dalam teori kriminologi routine activity teory, ada tiga penyebab kejahatan.

Pertama, target yang tepat. Kedua, motivasi pelaku dan terakhir pengamanan yang minim.

Namun, sejumlah pengamat lain mengaitkan peristiwa ini dengan ekonomi Bangka Belitung yang tengah tidak baik-baik saja.

Lesunya pertumbuhan ekonomi yang hanya menggapai angka sikok menjadi satu penyumbang kriminilitas di Bangka Belitung.

Menukil penelitian Habibullah dan Baharom (2009), pembunuhan, perampokan bersenjata, pemerkosaan, penyerangan, pencurian di siang hari memperlihatkan hubungan jangka panjang terhadap kondisi ekonomi.

Disebutkan, efek kausal dalam semua kasus berjalan dari kondisi ekonomi ke tingkat kejahatan dan bukan sebaliknya.

Berkaca pada hal itu kejahatan tampaknya tidak pernah ditentukan oleh sebab yang tunggal.

Apapun itu, kejahatan tetaplah sesuatu yang mengerikan. Sebab, kejahatan tidak sesuai dengan moralitas dan tradisi manusia.

Bahwa kemudian, kejahatan bisa berliang di dalam hati manusia, dan kemudian lanjut dalam tindakan biadab, di situlah kita memerlukan penegakan hukum.

Sikap tegas penegakan hukum bukan soal cara menuntut balas. Betapa menyedihkan bila itu yang juga jadi tujuan.

Penegakan hukum justru untuk mengingatkan bahwa manusia itu merupakan mahluk yang punya rekaman ingatan dan sekaligus rencana. 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved