Bangka Pos Hari Ini
Bendera Pusaka Dibalut Tenun Mentok, Pengasingan Bung Karno Disertai Kehadiran Bendera Pusaka
Kehadiran bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan itu tidak dietahui banyak orang karena tersimpan rapi di rumah warga setempat.
“Bangka dianggap aman dan minim terjadi perlawanan,” kata Ali Usman.
Kemudian, dari fasilitas, sarana dan pra sarana di Bangka pada waktu itu juga terbilang lengkap. Pun Ali Usman merinci maksud lengkap secara fasilitas tersebut.
“Fasilitas apa yang dimaksud, fasilitas seperti tempat tempat inap atau hotel. Di Bangka sendiri, khususnya di Mentok itu ada, mulai dari Wisma Ranggam dan Menumbing. Artinya fasilitas utama itu ada,” ujarnya.
Kemudian, secara ekonomi, Pulau Bangka juga dinilai cukup. Maksudnya, kata Ali Usman, selama diasingkan di Bangka, mereka pemimpin-pemimpin Indonesia itu harus tercukupi kehidupannya. Mengingat pada waktu itu Pemerintah Belanda sudah menguasai timah, maka secara ekonomi maka mereka sudah bisa dikatakan mampu untuk membiayai kehidupan para pemimpin Indonesia tadi.
“Jadi sudah lengkap Bangka tadi. Mulai dari keamanan oke, fasilitas oke, dan dana operasional pun oke,” kata Ali Usman.
Pengaruh luar biasa
Lebih lanjut, Ali Usman menyebut kehadiran Bung Karno, Bung Hatta, dan tokoh-tokoh lainnya pada waktu itu diterima masyarakat Bangka. Khususnya masyarakat Mentok yang sudah familiar dengan wajah beliau.
“Jadi kehadiran beliau itu benar-benar menjadi magnet bagi masyarakat Bangka pada waktu itu,” ujarnya.
Menurut Ali Usman, pengaruh itu pada dasarnya tidak ditimbulkan kehadiran Bung Karno saja. Pada 22 Desember 1948, Ali Usman mengatakan Bung Hatta datang ke Bangka. Disusul Mohammad Roem, dan Ali Sastroamidjojo pada 31 Desember, kemudian Soekarno pada 6 Februari 1949.
“Itu menjadi magnet baru bagi masyarakat,” tegas Ali Usman. (u2/x1)
| Kisah Ngadiono Penumpang Bus ALS Selamat dari Tabrakan, Ajak Istri Lompat dari Jendela hindari Api |
|
|---|
| DPKP Bateng Klarifikasi, Punya Izin Kementan PT PSM Tak Wajib Miliki Kebun Sawit Inti 20 Persen |
|
|---|
| Terungkap Hasil CT Scan , Kondisi Korban Perundungan di Pesantren Bangka Ditemukan Luka pada Limpa |
|
|---|
| DLH Babel Belum Turun ke Lapangan Dugaan Pencemaran Sungai Kayu Ara, Baru Mau Cek SLO Perusahaan |
|
|---|
| Santri Korban Perundungan di Pesantren Bangka Trauma, Minta Pindah Sekolah, Keluarga Tuntut Keadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240725_Bangka-Pos-Hari-Ini.jpg)