Tribunners
Belitung Masa Kini dan Masa yang Akan Datang
Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat Belitung adalah timah.
Oleh: Marta Sanjaya, S.IP, M.Si. - Pengamat Belitung, Dosen PTS Jakarta
BELITUNG merupakan salah satu kabupaten bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagian besar penduduknya, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil ikan laut. Berbagai olahan makanan yang berbahan ikan menjadi makanan sehari-hari penduduknya. Kekayaan laut menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk Belitung. Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat Belitung adalah timah.
Penduduk Pulau Belitung terutama adalah suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka. Tahun 1950, Belitung dipisahkan dari RIS dan digabungkan dalam Republik Indonesia. Pulau Belitung menjadi sebuah kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Sumatera Selatan di bawah kekuasaan militer, karena pada waktu itu Sumatera Selatan merupakan Daerah Militer Istimewa. Sesudah berakhirnya pemerintahan militer, Belitung kembali menjadi kabupaten yang dikepalai oleh seorang bupati, (Sumber Wikipedia.org/wiki/Belitung).
Pada tanggal 21 November 2000, berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000, Pulau Belitung bersama dengan Pulau Bangka memekarkan diri dan membentuk satu provinsi baru dengan nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi ini merupakan provinsi ke-31 di Indonesia. Berdasarkan aspirasi masyarakat dan berbagai pertimbangan, Kabupaten Belitung dibagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung beribu kota di Tanjungpandan dengan cakupan wilayah meliputi 5 kecamatan, dan Kabupaten Belitung Timur dengan Manggar sebagai ibu kotanya dengan cakupan wilayah meliputi 4 kecamatan.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk ditingkatkan mengingat persaingan tenaga kerja yang skilled labor akan sangat mencantumkan apakah masyarakat Belitung dapat tinggal landas bersama tiga sektor prioritas. Secara diagram dapat dilihat hubungan pentingnya pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Belitung. (Sumber Wikipedia.org/wiki/Belitung).
Dari realitas keragaman perekonomian di Kabupaten Belitung yang didominasi oleh sektor ekonomi yang bersifat ekstraktif (perikanan laut dan pertambangan) dan sektor perkebunan, kemudian loncat ke sektor perdagangan (ekspor kaolin,timah, crude palm oil (CPO), maka kualitas SDM di Kabupaten Belitung masih perlu terus ditingkatkan untuk mengembangkan tiga program prioritas, yaitu perikanan dan kelautan perikanan tangkap modern, perikanan budi daya perairan; pariwisata, dan kepelabuhanan.
Belitung atau Belitong telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark setelah sebelumnya menjadi geopark nasional. Geopark Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks ini pada Sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO yang diselenggarakan secara virtual dan dipimpin dari Paris pada Kamis, 15 April 2021. Geopark Belitong sendiri memiliki beberapa geosite yang unik dan indah.
Pulau Belitung dikenal dengan begitu banyaknya keindahan pantai yang ditawarkan. Kebanyakan pantai di Pulau Belitung memiliki pasir putih serta air pantai yang biru jernih. Dengan adanya geoparks yang di rekomendasi UNESCO tahun 2021 dan sekarang sudah tahun 2024, artinya sudah cukup lama diterima rekomendasi tersebut, akan tetapi kegiatan dan programnya belum kelihatan dan tampak dalam membangun perkembangan pariwisata Belitung maju dan berkembang.
Pariwisata di Belitung mulai tumbuh pada awal 2000-an, mulai saat itu pariwisata Belitung mulai mengalami peningkatan sangat pesat sejak meledaknya popularitas film Laskar Pelangi pada tahun 2008. Destinasi wisata di Belitung seperti Gantung, Pantai Tanjung Tinggi,Tanjung Kelayang, dan Pulau Lengkuas mulai dikenali oleh wisatawan dan dengan ditetapkannya Pantai Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta ditetapkannya Pulau Belitung sebagai Geopark Nasional makin mendukung kegiatan pariwisata di Pulau Belitung.
Belitung memiliki satu bandara yaitu Bandara HAS Hanandjoeddin, juga mempunyai pelabuhan yang melayani keberangkatan ke Jakarta, di penghujung status Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin dicabut karena kekurangan tingkat kunjungan pariwisata dengan berdampak maskapai penerbangan berkurang, berbeda saat sebelum Covid-19 sebelum tahun 2019.
Penjelasan tersebut di atas merupakan bukti bahwa Belitung sudah dan ingin ada perubahan. Dalam beberapa periode kepemimpinan di Belitung sudah banyak program yang dikerjakan oleh pemimpin dengan harapan agar masyarakat atau rakyatnya bisa maju, hidup tenteram, makmur, serta sejahtera. Seiring perkembangan zaman banyak masalah yang timbul dan menjadi PR untuk pemimpin yang akan datang. Seperti info opini sebelumnya yang saya sudah informasikan di media yang sama bahwa pemimpin masa depan Belitung hendaknya dapat bekerja untuk dapat menyelesaikan permasalahan dalam segala bidang, di antaranya bidang kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Pada dasarnya, semua bidang perlu perbaikan dan yang sudah sempurnah tetap dijaga dan yang belum sempurna agar diperbaiki.
Ujung tombak masalahnya diawali dengan bidang pariwisata, dengan harapan pertambangan seperti tambang timah rakyat agar bisa dikurangi dan pariwisata bisa dikembangkan. Terutama berkaitan gaya hidup digital dengan perkembangan zaman nomad ini sangat mendukung kondisi dunia saat ini, apalagi di masa pandemi yang harus melakukan banyak hal dari jarak jauh. Belitung terbukti memiliki kualitas digital nomad yang mumpuni. Selain akses teknologi yang mendukung, wisatanya pun dapat memberikan kesegaran yang dapat membuat pengunjungnya dapat berlibur sekaligus berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan.
Masih ingat dengan Kristen Gray, seorang warga negara asing yang melakukan aktivitas nomaden digital di Bali? Bali kini diincar banyak orang, baik dari dalam maupun luar negeri sebagai salah satu daerah yang mendukung untuk melakukan gaya hidup nomaden digital. Belitung harus tahu bahwa potensi ini tidak hanya dimiliki Bali, namun Belitung pun memiliki potensi yang sama. Dengan harapan perbandingan Belitung dan Bali dapat menjadi acuan untuk membangun bidang pariwisata.
Di samping prioritas penerbangan yang mendukung tiket yang cukup mahal sedang untuk perjalanan ke Bali berbeda jauh sedangkan jarak juga sama, maju pariwisata tentukan ada keterkaitan dengan UMKM dan sumber daya manusia (SDM) serta kemakmuran dan kesejahteraan. Di samping itu juga ada promosi yang harus produktif agar Belitung bisa dikenal oleh berbagai masyarakat lewat media sosial, di antaranya promosi produk pariwisata Instagram, WhatsApp, FB, Twitter, dan media lainnya.
Pemilihan kepala daerah di Belitung akan dilaksanakan tahun 2024. Beberapa bakal calon pemimpin sudah mendeklarasikan ikut sebagai peserta, dan juga ada beberapa nama yang juga sebagai wakil. Perlu dicatat bahwa jumlah kandidat yang mendaftar menunjukkan minat yang tinggi dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240731_Marta-Sanjaya-Pengamat-Belitung.jpg)