Minggu, 17 Mei 2026

Berita Viral

Kapan Gempa Megathrust Selat Sunda dan Mentawai Siberut Terjadi?

Zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang berpotensi menimbulkan gempa bumi cukup besar di wilayah itu.

Tayang:
Editor: fitriadi
kompas.com
Selat Sunda. Zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang berpotensi menimbulkan gempa bumi cukup besar di wilayah itu. 

BANGKAPOS.COM, SUKABUMI - Isu soal bakal terjadi gempa megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut kembali mencuat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi gempa besar tersebut ada, tapi soal kapan waktunya tidak bisa dipastikan.

Sejauh ini, belum ada ilmuwan yang bisa memprediksi kapan datangnya gempa megathrust.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan adanya keberadaan zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang berpotensi menimbulkan gempa bumi cukup besar di wilayah itu.

Potensi Megathrusht ini diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar (seismic gap) yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Bahkan potensi terjadinya gempa Megathrusht ini bisa saja sewaktu-waktu terjadi.

"Gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tinggal menunggu waktu, hal ini karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar, tetapi bukan berarti segera akan terjadi gempa dalam waktu dekat," jelas Daryono, Kamis (15/08/2024), dikutip dari Tribunjabar.id.

Daryono menyebut alasan gempa Meghathrust dikatakan tinggal menunggu waktu karena segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah muncul dan menyebabkan gempa besar semua.

"Sementara Selat Sunda dan Mentawai-Siberut hingga saat ini belum terjadi," tuturnya.

Daryono mengungkapkan untuk mengetahui kapan potensi ancaman Megathrusht terjadi hingga saat ini belum diketahui.

Sebab, kata Daryono, belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang dengan tepat dan akurat mampu memprediksi kapan gempa dahsyat ini akan terjadi.

"Terjadinya gempa (kapan, dimana, dan berapa kekuatannya), sehingga kita semua juga tidak tahu kapan akan terjadi, sekalipun tahu potensinya," kata Daryono.

Menurut Daryono, informasi soal potensi gempa Megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini.

Untuk itu ia mengimbau hal ini jangan dimaknai secara keliru di mana seolah gempa Megathrust akan terjadi dalam waktu dekat.

"Untuk itu, kepada masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas normal seperti biasa, seperti melaut, berdagang, dan berwisata di pantai. BMKG selalu siap memberikan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dengan cepat dan akurat," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved