Selasa, 26 Mei 2026

Apa itu Tantrum? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berikut ini penjelasan singkat tentang Apa itu Tantrum? Penyebab dan Cara Mengatasinya.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Kompas
Foto ilustrasi Anak tantrum 

BANGKAPOS.COM - Berikut ini penjelasan singkat Apa itu Tantrum? Penyebab dan Cara Mengatasinya.

Belakangan ini Tantrum banyak dicari para pengguna internet.

Tak sedikit yang menanyakan apa itu tantrum, cara mengatasi Tantrum dan penyebabnya.

Berikut ini uraiannya dikutip dari berbagai sumber.

Tantrum adalah perilaku anak yang melibatkan kemarahan, menangis, dan terkadang berteriak atau menghancurkan benda-benda.

Ini biasanya terjadi ketika anak merasa frustrasi, marah, atau tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Tantrum adalah hal yang normal bagi anak-anak, terutama di usia toddler dan preschool.

Berikut Ini Beberapa penyebab tantrum bisa meliputi:

1. Kelelahan

Anak yang lelah mungkin lebih mudah mengalami tantrum.

2. Kelaparan

Anak yang lapar juga dapat menjadi mudah marah.

3. Ketidaknyamanan

Jika anak merasa tidak nyaman, seperti terlalu panas atau terlalu dingin, mereka mungkin mengalami tantrum.

4. Perubahan rutinitas

Perubahan dalam jadwal atau rutinitas anak dapat menyebabkan stres dan tantrum.

5. Frustasi

Jika anak tidak dapat melakukan sesuatu yang mereka inginkan, mereka mungkin menjadi frustrasi dan mengalami tantrum.

Bagaimana cara mengatasi tantrum?

1. Tetap tenang

Cobalah untuk tetap tenang selama tantrum. Reaksi yang marah atau tergesa-gesa hanya akan memperburuk situasi.

2. Berikan perhatian

Biarkan anak tahu bahwa Anda mendengarkan mereka, tetapi jangan memberikan perhatian yang berlebihan atau memenuhi tuntutan mereka.

3. Tetapkan batas

Jelaskan kepada anak bahwa tantrum tidak akan mengubah keputusan Anda.

4. Ajarkan keterampilan koping

Bantu anak belajar cara mengelola emosi mereka, seperti melalui teknik pernapasan atau meditasi.

5. Cari bantuan profesional

Jika tantrum anak menjadi sangat sering atau mengganggu kehidupan keluarga, konsultasikan dengan seorang ahli kesehatan mental anak.

(Bangkapos.com/Evan Saputra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved