Berita Bangka Selatan
Siswi TK Tukak Sadai Ubah Sampah Plastik Jadi Gaun Unik dan Cantik saat Tampil Pawai Karnaval
Kepala Sekolah TK Negeri 1 Tukak Sadai, Eni Yuniarsih mengatakan, gaun-gaun tersebut merupakan hasil karya siswi, guru hingga orangtua murid.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dengan percaya diri bak model, sejumlah siswi Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 1 Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memamerkan gaun dari limbah plastik hasil karyanya.
Ada yang terbuat dari bungkus pewangi pakaian, kantong plastik bekas hingga beberapa sampah plastik lainnya. Sekilas, gaun yang dikenakan tidak seperti terbuat dari aneka plastik bekas.
Namun lebih terlihat gaun mewah beraneka warna. Tidak hanya gaun yang dipamerkan, para siswi juga membawa hasil karya dari sampah plastik lainnya.
Sampah plastik itu diolah dan dibuat menjadi barang berharga, mulai dari tas hingga toples.
Kepala Sekolah TK Negeri 1 Tukak Sadai, Eni Yuniarsih mengatakan, gaun-gaun tersebut merupakan hasil karya siswi, guru hingga orangtua murid.
Melalui pembuatan karya gaun berbahan sampah plastik pihaknya ingin mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menciptakan Kecamatan Tukak Sadai Merdeka Dari Sampah Plastik.
Mengingat sampah plastik masih menjadi permasalahan serius di setiap daerah, terlebih sampah plastik yang ada di lautan.
“Jadi sejak dini kita mengajarkan agar sampah tidak hanya dibuang. Akan tetapi bisa didaur ulang untuk menciptakan hasil karya yang sangat memuaskan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (29/8/2024).
Pembuatan baju berbahan barang bekas ini kata Eni Yuniarsih, pengerjaannya membutuhkan waktu selama satu pekan. Untuk bahan serta desainnya, tergantung kesepakatan masing-masing kelas.
Mereka kemudian merangkai dan melipat plastik bekas bersama-sama. Baru kemudian dilanjutkan dengan proses menjahit.
Bahan yang digunakan bukan asal bahan bekas. Namun wajib berupa barang bekas plastik yang sulit terurai dengan tanah.
Hal ini sekaligus supaya masyarakat dapat tahu dan lebih peduli terhadap lingkungan. Setelah selesai dibuat, baju daur ulang dari para pelajar, dilombakan dan juga dikenakan dalam setiap kegiatan.
Di antaranya kegiatan pawai budaya Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024 dan pawai kebudayaan tingkat Kecamatan Tukak Sadai tahun 2024.
“Ini semua berkat kolaborasi dengan orang tua murid. Bahannya dari kantong plastik, bekas bungkus pewangi dan lainnya,” beber Eni Yuniarsih.
Melalui karnaval kali ini lanjut dia, gaun yang dikenakan oleh kalangan pelajar TK Negeri 1 Tukak Sadai merupakan sebuah solusi mengatasi permasalahan sampah yang ada di pesisir pantai.
85 ASN Baru Dilantik di Bangka Selatan, Mayoritas Tenaga Honorer yang Diangkat PPPK |
![]() |
---|
Hati Orang Tua KA Hancur, Usai Bongkar Pesan WA Putrinya Siswi SMP, Jadi Korban Asusila Mahasiswa |
![]() |
---|
Pemkab Bangka Selatan Raih Baznas Awards, Bupati Riza Jadi Kepala Daerah Pendukung Zakat |
![]() |
---|
Siswi SMP di Bangka Selatan Dipacari Mahasiswa, Hati Kedua Orangtuanya Hancur Pas Buka Pesan WA |
![]() |
---|
Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi, Terungkap 3 Kali Berbuat Asusila ke Pacarnya Siswi SMP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.