Kekayaan Haji Isam Bos Batu Bara Kalimantan Terungkap, Pantesan Beli 2000 Excavator Buat di Merauke
Kekayaan Haji Isam, bos batu bara Kalimantan Jhonlin Group yang memborong 2000 alat berat excavator untuk cetak 1 juta ha sawah di Merauke terungkap.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Kekayaan Haji Isam, bos batu bara Kalimantan Jhonlin Group yang memborong 2000 alat berat excavator untuk cetak 1 juta ha sawah di Merauke terungkap.
Wajar kemudian Haji Isam dikabarkan memborong 2000 alat berat excavator proyek cetak sawah di Merauke tersebut.
Haji Isam diketahui ikut proyek cetak sawah 1 juta hektar di Merauke.
Hal ini diketahui merupakan proyek Pemerintahan Joko Widodo.
Untuk menjalankan cetak sawah tersebut, Haji Isam dikabarkan telah memborong 2000 alat berat excavator.
Saat ini total ada lebih dari 700 alat berat yang sudah didatangkan dengan cara diangkut secara bertahap dalam tiga gelombang, Selasa (13/8/2024) menggunakan tiga tongkang.
Yakni untuk gelombang pertama dibawa TB Jhoni IX dan tongkang Liana sebanyak 88 unit.
"Gelombang pertama ini tiba pukul 07.00 WIT dan diturunkan sebanyak 88 unit di Jetty sementara di Distrik Ilwayab Wanam. Excavator-excavator ini didatangkan dari Tiongkok," ungkap Asisten Operasi Project Wanam 1 Juta Hektar di Merauke, H Deden dikutip dari Banjarmasin Post, Selasa (13/8/2024) pagi.
Dikatakannya, proses bongkar muat alat berat dari tongkang ke pelabuhan dipimpin langsung owner Jhonlin Group H Isam.
"Untuk gelombang kedua dan ketiga juga tiba Selasa malam ini juga. Masing-masing tongkang mengangkut 88 unit excavator," jelasnya.
Dikatakannya H Deden, dengan kedatangan baru ini, hingga saat ini sudah ada 764 unit dari 2.000 unit excavator merk Sany yang dipesan.
"Kedatangan tahap pertama 500 unit pada Senin 29 Juli 2024 lalu juga di Distrik Ilwayab Wanam. Unit-unit excavator saat ini sudah difungsikan
Pesanan excavator Haji Isam dari China ini merupakan komitmen menjalankan tugas negara mengerjakan proyek lumbung pangan di Merauke, Papua Selatan.
Bagi Haji Isam keberhasilan program cetak sawah adalah tanggung jawab besar dari negara.
Olehnya itu, proses bongkar alat berat yang menjadi sarana pendukung utama untuk program cetak sawah tersebut dipantaunya secara langsung.
"Diperkirakan nilai 2.000 ekskavator yang dipesan oleh Jhonlin Group dari produsen alat berat Sany berkisar Rp 4 triliun. Pesanan 2.000 ekskavator dengan Jhonlin Group dari SANY ini merupakan yang terbesar di dunia untuk ekskavator," pungkasnya Haji Isam.
Tentu saja, sosok Haji Isam bikin publik penasaran, tak terkecuali soal harta kekayaannya.
Seperti apa sosok Haji Isam, kekayaan, dan sepak terjang bisnis tambang dan gurita usahanya lewat bendera perusahaan Jhonlin Group dan anak-anaknya?
Profil Haji Isam, Kekayaan dan Usahanya

Haji Isam adalah pengusaha batu bara asal Kalimantan yang merambah ke berbagai usaha lainnya seperi kelapa sawit, gula hingga transportasi.
Nama asli Haji Isam adalah Andi Syamsuddin Arsyad.
Kekayaan pasti Haji Isam memang tak pernah diungkap terbuka kepada publik.
Ia memang bukan penyelenggara negara sehingga tidak ada kewajiban melakukannya.
Namun ada bocoran soal total kekayaan Haji Isam.
"Bocoran" itu didapatkan dari nilai zakat, infaq, dan sedekah Haji Isam.
Pada tahun 2022 lalu, Haji Isam diberitakan mengeluarkan zakat, infaq, dan sedekah senilai Rp 250 miliar melalui Yayasan Assalam Fil Alamin atau ASFA Foundation.
Dalam Islam, zakat mal atau zakat harta sebanyak 2,5 persen.
Sumber kekayaan Haji Isam berasal dari holding company Jhonlin Group.
Jhonlin Group membawahi bisnis tambang batu bara hingga perkebunan kelapa sawit dan transportasi.
Melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Haji Isam meraup kekayaan di sektor perkebunan kelapa sawit, dan pengolahan minyaknya.
Sementara itu, di sektor transportasi, Haji Isam menggerakan bisnisnya lewat Johnlin Baratama, Johnlin Marine Shipping, Johnlin Air Transport, PT Ehsan Agro Sentosa Group.
Sebelum berada di puncak kekayaannya, Haji Isam merupakan seorang buruh serabutan.
Mulai dari sopir truk pengangkut kayu, operator alat berat hingga tukang ojek dia kerjakan.
Titik kejayaannya dimulai pada tahun 2011 ketika dia bertemu dengan Johan Maulana, penambang batubara Kalimantan.
Melalui Johan, Haji Isam belajar berbisnis batubara.
Meski berjaya dari Kalimantan Selatan, Haji Isam bukan orang asli Borneo.
Haji Isam memang lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan pada 1977.
Namun faktanya Haji Isam sebenarnya berasal dari suku bugis.
Keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan, daerah itu adalah daerah etnis Bugis.
Ayahnya, Haji Andi Arsyad adalah pedagang tembakau yang merantau ke Kalimantan Selatan.
Haji Isam memulai kejayaannya dari bawah, sebagai supir pengangkut kayu.
Haji Isam muda lalu mengenal penambang batu bara lokal bernama Johan Maulana.
Sejak 2001 dia ikut Johan Maulana dan belajar cara mengelola pertambangan.
Setelah belajar dua tahun dari Johan, Haji Isam muda memulai langkah pentingnya di bisnis batu bara yang kemudian mengubah hidupnya.
Jadilah dia kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, yang bagian dari PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie, lewat bendera CV Jhonlin Baratama.
Setelah usahanya meluas CV pun berubah menjadi PT Jhonlin Baratama. Kini PT Jhonlin menambang hingga 400 ribu ton batu bara per bulan. Omzetnya sekitar Rp 40 miliar per bulan.
Perusahaan milik Haji Isam kemudian bertambah.
Bisnis penerbangannya diatur Jhonlin Air Transport, yang memiliki dua Fokker dan dua helikopter.
Di bidang perkapalan berada dalam bendera Jhonlin Marine yang membawahi armada 16 kapal tongkang pengangkut batu bara.
Di bidang agrobisnis, terdapat Jhonlin Agromandiri yang mengelola perkebunan kelapa sawit.
Bahkan dia memiliki Pabrik Biodisel bernilai Rp 2 triliun yang dikelola Jhonlin Agri Raya.
Bisnis Haji Isam terus berkembang, bahkan masuk ke bisnis gula.
Presiden Jokowi meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula milik Haji Isam yang berada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, akhir tahun 2020 lalu (22/10/2020).
Jokowi menyebut investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.
Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang, yang merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Haji Isam.
Kini Haji Isam diketahui membantu pemerintah Jokowi dan pemerintahan selanjutnya, era Prabowo, untuk mengerjakan proyek cetak 1 juta ha sawah di Merauke.
Biodata
Nama lengkap: Andi Syamsuddin Arsyad
Nama panggilan: Haji Isam
Lahir: Kotabaru, Kalimantan Selatan, 1 Januari 1977
Istri: Nursam Jhonlin
Anak:
* Liana Saputri
* Jhony Saputra
* Sam Jhonlin
Orangtua:
Almarhum Haji Andi Arsyad (ayah)
Almarhumah Hj Wardatul Wartiah (ibu)
Nama grup usaha:
Jhonlin Group
Jenis usaha:
* Tambang batu bara
* Sawit dan minyak goreng
* Maskapai
* Pelayaran
* Perkebunan.
(Tribun Timur/ Tribun trend/ Bangkapos.com)
Mahalnya Harga Beras dan Barang di Long Apari Kampung Paling Ujung Berbatasan dengan Malaysia |
![]() |
---|
Sosok Tomy Winata Konglomerat yang Kini Incar IKN, Kecilnya Berjualan Es Loli dan Mencuci Mobil |
![]() |
---|
Ayah Kandung Cekik 2 Balita Gunakan Sarung Hingga Meninggal |
![]() |
---|
Sosok Nur Afifah Balqis Asal Balikpapan Bikin Publik Penasaran, Usia 24 Tahun Jadi Tersangka Korupsi |
![]() |
---|
Sosok Nur Afifah Balqis Tersangka Korupsi Termuda Asal Kalimantan Timur, Pegang Uang Suap Rp1 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.