Kamis, 16 April 2026

Profil DN Aidit Putra Belitung Dituding Dalang Aksi G30S PKI, Berasal dari Keluarga Terpandang

Dalam sejarah Indonesia, DN Aidit dianggap sebagai tokoh antagonis yang dituding bertanggung jawab sebagai dalang peristiwa G30S.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com
Profil DN Aidit Putra Belitung Dituding Dalang Aksi G30S PKI, Berasal dari Keluarga Terpandang 

BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok di balik terjadinya aksi Gerakan 30 September (G30S).

Aksi penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah jenderal TNI AD pada 30 September 1965 itu didalangi oleh seorang putra asli Belitung, bernama Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit.

DN Aidit adalah ketua terakhir Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kemudian diduga menjadi dalang aksi G30S pada 1965 silam.

DN Aidit dianggap bertanggungjawab terhadap pembunuhan sejumlah jenderal TNI AD pada 30 September 1965. 

Profil DN Aidit

Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit lahir dengan nama Achmad Aidit di Belitung pada 30 Juli 1923.  

Berkat kepemimpinannya, pada 1960-an, PKI menjelma menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah partai komunis di Republik Rakyat China dan Uni Soviet saat itu.

Dalam sejarah Indonesia, DN Aidit dianggap sebagai tokoh antagonis yang dituding bertanggung jawab sebagai dalang peristiwa G30S.

Sebagai pemimpin terakhir PKI, ia memang pernah mengaku bertanggung jawab atas peristiwa G30S, meski pada akhirnya disangkal oleh tokoh lain.

Aidit merupakan anak pertama dari pasangan Abdullah Aidit dan Mailan.

Abdullah merupakan anak dari Haji Ismail, seorang pengusaha ikan yang makmur.

Sedangkan ayah Mailan bernama Ki Agus Haji Abdul Rachman.

Titel Ki pada nama itu menunjukkan bahwa ia keturungan ningrat.

Abdullah juga dikenal sebagai tokoh Islam di kampung halamannya di Belitung, dan pernah menjadi anggota DPRD dari Partai Masyumi.

Dikutip dari buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara, sejak kecil Aidit dikenal sebagai anak yang rajin beribadah dan pandai mengaji.

Bahkan di musala tempatnya mengaji, ia terkenal menjadi muadzin.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved