Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Babel Alami Deflasi Bulanan 0,02 Persen, BPS Beri Saran Agar Daya Beli Masyarakat Ditingkatkan

Deflasi yang terjadi di Bangka Belitung saat ini masih dalam kategori normal, tetapi tetap perlu diperkuat untuk meningkatkan daya beli masyarakat. 

Penulis: Sela Agustika | Editor: Hendra
(Sela Agustika)
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto saat menyampaikan rilis BPS yang dikuti stalkholder terkait di Kantor BPS, Selasa (2/10/2024) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mencatat indeks harga konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,02 persen pada bulan September 2024. 

Hal ini menunjukkan adanya penurunan harga barang dan jasa yang dirasakan masyarakat dibandingkan bulan sebelumnya. 

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto, menjelaskan bahwa beberapa komoditas yang mendominasi sumbangan terhadap deflasi ini meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang putih, ikan kerisi, ikan bulat, daging ayam ras, dan wortel. 

Menurutnya, deflasi yang terjadi saat ini masih dalam kategori normal, tetapi tetap perlu diperkuat untuk meningkatkan daya beli masyarakat. 

“Kondisi deflasi ini masih perlu ditingkatkan lagi, deflasi ini terjadi karena demand atau permintaan turu. Saya berharap bulan depan giat dan naik lagi, sehingga pertumbuhan ekonomi juga semakin tinggi,” ungkap Toto usai Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/10/2024).

Selain deflasi bulanan, inflasi tahunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 0,49 persen. 

Angka inflasi ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas tertentu, di antaranya beras yang memberikan andil sebesar 0,28 persen, sigaret kretek mesin (SKM) 0,20 persen, dan kopi bubuk 0,10 persen.

Beberapa komoditas lain yang juga berkontribusi terhadap inflasi tahunan adalah tahu mentah, gula pasir, tempe, dan jeruk. 

Toto menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga agar dapat mendukung daya beli masyarakat, yang merupakan salah satu kunci dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

“Dengan kondisi pasar yang stabil dan peningkatan permintaan, diharapkan laju inflasi dan deflasi dapat dikelola dengan baik untuk kebaikan masyarakat Bangka Belitung,” ujarnya.

Dia berharap kedepan pemerintah dan pemangku kepentingan dapat berkolaborasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan iklim ekonomi yang lebih kondusif, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved