Tribunners
Generasi Z dan Harapan
Perlu adanya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi muda
Oleh: Dewi Yunita Widiastuti, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Riau Silip
GENERASI Z dikenal juga dengan sebutan gen Z merupakan kelompok usia yang saat ini mendominasi bangku sekolah dan perguruan tinggi. Mereka lahir antara pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2010-an. Generasi Z merupakan generasi yang penuh inovasi dan kreativitas. Sebagai generasi yang tumbuh dengan teknologi dan informasi yang mudah diakses, mereka membawa pola pikir baru dalam mewarnai kehidupan sekolah.
Di lingkungan sekolah, kehadiran mereka membawa angin segar dan perubahan yang bermakna. Yah, karena memang usia mereka saat inilah memenuhi ruang-ruang sekolah. Kita dapat mengenal generasi Z dengan beberapa sebutan dan ciri khas generasi ini, di antaranya:
• Digital Native. Generasi Z dikenal sebagai digital native, yang berarti mereka tumbuh dengan teknologi canggih dan internet. Keahlian mereka dalam menggunakan berbagai perangkat teknologi memungkinkan mereka untuk memperkenalkan cara-cara baru dalam belajar dan bersosialisasi. Misalnya, mereka sering menggunakan aplikasi dan platform digital untuk mengakses materi pelajaran, berkomunikasi dengan teman sekelas, dan melakukan penelitian. Kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi ini bisa mengarah pada penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
• Inovasi Tanpa Batas. Generasi Z memiliki pemikiran yang out of the box dan berani bereksperimen dengan ide-ide yang baru. Mereka cenderung mencari solusi yang unik dan tidak konvensional untuk masalah yang kompleks. Mereka membawa semangat inovasi yang tinggi sehingga dapat mendorong terciptanya program-program sekolah yang kreatif dan menarik.
• Konektivitas Tinggi. Generasi Z memiliki kemampuan berinteraksi secara daring atau online dan membangun jaringan yang luas. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program sekolah dan melibatkan lebih banyak pihak.
• Kolaborasi. Generasi Z lebih suka bekerja dalam tim dan menghargai kerja sama. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Kehidupan sehari-hari Generasi Z yang sangat terhubung secara digital membuat mereka lebih terampil dalam berkolaborasi dan berkomunikasi secara online. Mereka memanfaatkan media sosial untuk bekerja sama dengan teman sekelas, berbagi ide, dan menyelesaikan tugas kelompok. Kemampuan mereka untuk berkolaborasi secara efektif di dunia maya memperkaya interaksi di dalam kelas dan mendukung terciptanya budaya belajar yang lebih kolaboratif dan kondusif.
• Fokus pada Tujuan. Generasi Z umumnya memiliki tujuan yang jelas dan berorientasi pada hasil. Hal ini dapat membuat mereka menjadi penggerak yang efektif dalam mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan dalam program budaya unggul.
• Kesadaran Sosial. Generasi Z memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mereka peduli dengan isu-isu lingkungan, sosial, dan kemanusiaan. Hal ini dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun sekolah yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sekolah, mereka sering mendorong inisiatif yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial, seperti program pengurangan sampah, kampanye hak asasi manusia, atau kegiatan yang mendukung keberagaman budaya. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperkaya pengalaman belajar di sekolah, tetapi juga membantu membentuk lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan peduli terhadap masalah global.
• Kepemimpinan dan Kemandirian. Generasi Z tidak ragu untuk mengambil peran kepemimpinan dan menginspirasi teman-teman sebayanya. Mereka aktif dalam organisasi siswa dan kegiatan ekstrakurikuler. Peran aktif mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi sekolah membantu mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajerial.
Bagaimana peran generasi Z dalam budaya unggul sekolah? Hal ini menjadi makin menarik karena ciri khas dan kelebihan yang generasi ini miliki. Mengapa bisa begitu?
Budaya unggul di sekolah merupakan lingkungan atau iklim sekolah yang mendorong pertumbuhan akademik, sosial, dan pribadi siswa secara maksimal. Dalam hal ini, budaya unggul sekolah merupakan fondasi penting yang memengaruhi seluruh aspek pengalaman pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran di kelas. Budaya unggul mengacu pada serangkaian nilai, norma, dan praktik yang mendukung lingkungan yang positif, produktif, dan inspiratif bagi semua anggota komunitas sekolah.
Dengan adanya ciri khas dari generasi Z seperti yang telah diterangkan di atas, tentu akan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Peran aktif mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi sekolah membantu mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajerial. Mengimplementasikan budaya unggul di sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan menyenangkan.
Namun, dalam konteks generasi Z yang memiliki karakteristik dan kebutuhan unik, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Sebagaimana kelebihan yang mereka miliki, maka akan mudah juga bagi mereka mengatasi berbagai tantangan.
Tantangan yang pertama adalah terpecahnya perhatian generasi Z oleh berbagai perangkat digital dan media sosial. Tantangan yang kedua yaitu budaya populer terus berubah dengan cepat sehingga program budaya unggul harus terus diperbarui agar tetap relevan dan menarik bagi generasi Z. Selanjutnya, tantangan yang terakhir yaitu kurangnya tokoh-tokoh publik yang menjadi role model dalam melestarikan budaya sehingga dapat membuat generasi Z kurang termotivasi untuk terlibat dalam program budaya unggul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241002_Dewi-Yunita-Widiastuti.jpg)