Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

10 Desa di Kabupaten Bangka Selatan Akan Mendapatkan Alokasi Program PISEW Total Rp 3 Miliar

Ditargetkan melalui program PISEW ini juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan dalam pemerataan pembangunan.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, Yudi Siswanto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan mengoptimalkan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW).

Yakni dengan membangun infrastruktur terutama jalan akses penghubung antar desa yang berguna meminimalisir kesenjangan antar wilayah, kemiskinan dan pengangguran di daerah itu. 

Ditargetkan melalui program PISEW ini juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan dalam pemerataan pembangunan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, Yudi Siswanto mengatakan, pemerintah setempat mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar melalui program PISEW dari Kementerian PUPR pada tahun 2024 ini.

Dana tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan di sepuluh desa yang terbagi ke dalam lima wilayah.

Dengan Pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah dalam upaya pemerataan pembangunan.

“Alhamdulillah untuk tahun 2024 ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dapat lima wilayah di sepuluh desa program PISEW,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Rabu (9/10/2024).

Yudi Siswanto memaparkan PISEW merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.

Sekaligus merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah dalam lingkup kabupaten, kecamatan dan desa. Terpenting memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa guna mendukung produktivitas masyarakat perdesaan.

Di mana dalam pembangunan infrastruktur ini turut melibatkan masyarakat maupun warga setempat sebagai pelaku. Khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa. Di mana lima wilayah yang mendapatkan program PISEW terdapat di Kecamatan Toboali dan Kecamatan Airgegas dengan berbagai macam program pembangunan.

“Lima wilayah ini meliputi Desa Delas-Desa Nyelanding, Desa Bencah-Desa Airgegas, Desa Ranggas-Desa Air Bara serta Desa Gadung-Desa Bikang,” papar Yudi Siswanto.

Alokasi program PISEW tahun 2024 lanjut dia pada umumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur kerakyatan. Misalnya jalan produksi sebagai infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri, serta sebagai prasarana pendukung pemasaran komoditas dengan memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan khususnya pasar. Melalui program ini pemerintah berupaya mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan.

Caranya dengan mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa. Di mana sebelumnya pemerintah desa mengajukan ke Dinas PUPR Kabupaten Bangka Selatan untuk merealisasikan pembangunan di desa melalui PISEW. Sementara sasaran pembangunan program PISEW di lima wilayah itu meliputi peningkatan jalan puru khususnya di Desa Nyelanding-Desa Delas dan Desa Bikang-Desa Gadung. Sedangkan pembangunan pasar ada di Desa Airgegas-Desa Bencah, Desa Air Bara-Desa Ranggas serta Desa Nyelanding-Desa Delas.

“Jadi fokus pembangunan peningkatan jalan puru dan pembangunan pasar di desa yang mendapatkan program PISEW,” ungkapnya.

Meskipun demikian kata Yudi Siswanto saat ini program PISEW memasuki tahap sosialisasi untuk persiapan pelaksanaan fisik pembangunan. Kegiatan PISEW diselenggarakan melalui pemberdayaan dan partisipasi masyarakat atau infrastruktur berbasis masyarakat. Sehingga berpotensi menyerap tenaga kerja lokal selama masa pekerjaan. Sejatinya PISEW menjadi pembangunan infrastruktur yang mendukung produktivitas masyarakat perdesaan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Tujuan untuk pertumbuhan ekonomi daerah utamanya pasar dan pembangunan jalan. Melalui peningkatan infrastruktur,” tukas Yudi Siswanto. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved