Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Pjs Bupati Babar Tanam Bibit Pohon Cempedak hingga Durian di Lahan Eks Tambang Depan Kantor BKPSDMD

Hendriwan mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan upaya pemerintah sebagai fasilitator untuk pemanfaatan lahan eks tambang timah.

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Bangkapos/Riki Pratama
Pjs Bangka Barat, Hendriwan, terlihat ikut menanam bibit pohon bersama dengan unsur Forkopimda di Bangka Barat dengan jumlah 200 bibit pohon, terdiri dari bibit pohon cempedak dan rambutan  foto diambil, Kamis (17/10/2024) di lingkungan Pemkab Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melakukan gerakan penanaman pohon dalam rangka reboisasi dan rehabilitasi lahan eks tambang yang berada di depan kantor BKPSDMD Bangka Barat, Kamis (17/10/2024).

Penanaman pohon dipimpin langsung oleh Pjs Bupati Bangka Barat, Hendriwan diikuti oleh Forkopimda serta OPD di Kabupaten Bangka Barat.

Hendriwan mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan upaya pemerintah sebagai fasilitator untuk pemanfaatan lahan eks tambang timah.

Menurutnya, kegiatan ini perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong terlaksananya reboisasi dan rehabilitasi secara maksimal.

Hendriwan, terlihat ikut menanam bibit pohon bersama dengan unsur Forkopimda di Bangka Barat dengan jumlah 200 bibit pohon, terdiri dari bibit pohon cempedak dan rambutan.

Ia berada di barisan paling depan, memasukan bibit pohon ke dalam lubang tanah yang telah disiapkan, pada Kamis (17/10/2024) pagi di lahan eks tambang depan kantor BKPSDMD Bangka Barat.

"Tenti kita berharap kegiatan ini berjalan secara terus menerus. Kondisi saat ini menjadi  tantangan kita dalam memperbaiki lingkungan," kata Pjs Bupati Bangka Barat, Hendriwan di lokasi penanaman, Kamis (17/10/2024).

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak bergerak sendiri dalam melakukan reboisasi lingkungan. Tetapi, bergerak bersama-sama Stakeholder/Forkopimda dalam mengambil langkah strategis dan pembentukan kebijakan yang komprehensif. 

"Kita berharap dengan adanya ikatan koordinasi dan kepedulian bersama ini mampu mengembalikan potensi daerah sehingga sumber daya alam dapat kembali dipergunakan dengan semestinya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hendriwan juga menyinggung terkait pendapatan negara yang tak didapat apabila aktivitas tambang timah dilakukan secara ilegal.

"Artinya kalau ini tidak beriizin pendapatan negara setoran pajak tidak akan optimal karena ilegal. Maka harus paham itu, apabila ilegal orang bayar pajak juga takut, ini menjadi tantangan kedepan. Kondisi seperti inilah dinamika di daerah apabila melaksanakan kegiatan menambang," ujarnya.

Ia mengharapkan, kegiatan pasca tambang yang dilakukan pemerintah menjadi langkah awal dalam memperdayakan lingkungan.

"Kita berharap dengan adanya ikatan koordinasi dan kepedulian bersama ini mampu mengembalikan potensi daerah sehingga sumber daya alam dapat kembali dipergunakan dengan semestinya. Salah satu langkah strategis tersebut adalah reboisasi dan rehabilitasi," terangnya.

Senada disampaikan Kapolres Bangka Barat, AKBP Ade Zamrah, mengayakan sasaran penanaman pohan dilakukan di lokasi yang merupakan lahan eks tambang atau lahan yang tidak produktif lagi.

"Ini yang kita ingin hijaukan kembali sebanyak 200 pohon, hari kni secara simbolis, ada pohon durian, cempedak, dan rambutan," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved