Sabtu, 11 April 2026

Sosok Idrus Marham Mantan Napi Korupsi jadi Waketum Golkar, Berikut Profilnya

Idrus Marham lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1962. Perjalanan karier Idrus sebagai politisi dimulai tahun 1997 sebagai anggota MPR...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
tribun
Sosok Idrus Marham Mantan Napi Korupsi jadi Waketum Golkar, Berikut Profilnya 

BANGKAPOS.COM -- Idrus Marham resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar oleh Bahlil Lahadalia.

Penunjukan tersebut diumumkan Bahlil selaku Ketua Umum Golkar dalam konferensi pers pengumuman jajaran lengkap DPP Golkar periode 2024-2029 di Kantor DPP Golkar, Kamis (7/11/2024) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengonfirmasi terkait isu Presiden ke-7 RI yang belakangan santer disebut bakal jadi kader Partai Golkar.

Bahlil menegaskan, mantan Presiden RI Joko Widodo tidak ada dalam kepengurusan partai yang ia pimpin saat ini.

“Sampai dengan hari ini, kami menyampaikan bahwa nama Bapak Presiden Ke-7 Joko Widodo, tidak dalam kepengurusan, juga tidak ada di dewan kehormatan, dewan pembina, maupun dalam struktur, termasuk Mas Wapres,” kata Bahlil.

Sosok Idrus Marham dikenal luas sebagai politisi Partai Golkar.

Ia sudah sangat lama dan berpengalaman di bidang politik.

Idrus Marham pernah menjabat sebagai Menteri Sosial, namun jabatan itu tidak bertahan lama.

Sebab ia tersandung kasus korupsi yang akhirnya membuat Idrus Marham harus berurusan dengan hukum.

Profil Idrus Marham

Idrus Marham lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1962.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Litbang Kompas, perjalanan karier Idrus sebagai politisi dimulai tahun 1997 sebagai anggota MPR sebagai utusan golongan.

Dia baru menjadi anggota DPR dari Partai Golkar sejak tahun 1999.

Ia mengundurkan diri sebagai anggota DPR periode 2009-2014 pada 8 Juni 2011 dan menjadi Sekjen Partai Golkar hingga akhirnya diangkat menjadi Menteri Sosial pada 17 Januari 2018.

Namun, saat menjadi Menteri Sosial itu, Idrus Marham tersandung korupsi.

Ia terjerat korupsi proyek PLTU Riau-1 pada Agustus 2018.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved