Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadhan 1446 H

Ingat, Pahala Puasa Ramadhan Akan Hilang karena Hal Sepele Ini

Kalau berpuasa hendaknya kita hindari dari kalimat-kalimat kotor atau jorok, membangkitkan syahwat, menjadikan sebab pertikaian.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
Kolase Bangkapos.com/Tribunnews.com
Ingat, Pahala Puasa Ramadhan Akan Hilang karena Hal Sepele Ini. 

BANGKAPOS.COM -- Puasa Ramadhan 1446 H kurang dari tiga bulan lagi.

Umat Islam tidak sabar menanti bulan suci Ramadhan.

Namun ingat, ada hal yang membuat pahala seseorang hilang meski puasanya tak batal.

Buya Yahya menjelaskan sebab pahala seseorang tersebut hilang.

Hal itu dia beberkan dalam video di kanal YouTube Al- Bahjah TV yang diunggah pada 30 April 2021 lalu.

"Ada hal yang tidak membatalkan puasa, tetapi menjadikan hilangnya pahala puasa, sehingga seorang hamba yang berpuasa itu tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga," kata Buya Yahya.

Rukun puasa sudah jelas jika hal tersebut adalah puasa dhohir, seperti kata Nabi Muhammad SAW tentang puasa batin yang maknanya menjaga sesuatu yang menjadikan pahala terhapus karena perilaku yang tidak disadari.

"Pahala ini tidak kelihatan, tidak bisa dibeli, dan hanya Allah SWT yang tahu mengenai hal tersebut," sebut Buya Yahya.

Nabi Muhammad SAW dalam hadits Abu Hurairah, bersabda:

"Hendaknya puasa itu menjadikan tameng dalam kemaksiatan, dosa dan neraka."

"Kalau berpuasa ini hendaknya kita hindari dari kalimat-kalimat kotor atau jorok, membangkitkan syahwat, menjadikan sebab pertikaian, menjadikan sebab orang bermaslahat," ujar Buya Yahya.

Jahal adalah melakukan sesuatu yang tidak pernah kita renungkan yang mengakibatkan sesuatu yang membahayakan, kalimatnya menjadikan adu domba dan terjadi pertikaian.

Buya Yahya juga mengatakan bahwa dalam berpuasa hendaknya waspada dalam menjaga lisan.

"Puasa yang dikerjakan sah, tetapi apabila setiap hari berkata kotor, menggunjing orang, meremehkan orang, kadang tanpa disadari kita merendahkan orang, padahal hal tersebut menjadikan pahala puasa kita terhapus," ungkap Buya Yahya.

"Bahkan begitu pentingnya kita menjaga lisan kita agar tidak mengutuk," lanjutnya.

Sekalipun didzolimi, Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk tidak membalas cacian mereka, dan mengatakan "inni shoimun sebanyak 2 kali dan diucapkan dengan kekhusyukan.

"Inni shoimun yang pertama kali kita ucapkan adalah untuk mengingatkan diri kita, bahwa kita sedang puasa," bebernya.

Sehingga tidak boleh membalas cacian tersebut, yang kedua diucapkan untuk mengingatkan orang yang mencaci, agar berhenti untuk berkata kotor.

Maknanya adalah agar tidak mudah terpancing emosi yang terjadi akibat kesalahan orang lain.

"Jika kita terpancing sudah pasti hinaan dan cacian yang keluar dari mulut kita akan menghapus pahala puasa kita," kata Buya Yahya.

"Maka dari itu hendaknya dalam berpuasa kita bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang membuat Allah SWT murka," sebutnya.

Selama berpuasa, hendaknya lisan harus dijaga, melatih emosi kita sehingga ketika keluar dari bulan Ramadhan.

"Kita tidak mudah terpengaruh oleh berita apapun yang sampai ke telinga kita, diantaranya adalah berkata bohong dan menjerumuskan atau melakukan sesuatu tindak kebohongan, imbuh Buya.

"Mari di bulan Ramadhan ini kita jaga lisan kita, agar tidak berkata bohong, tidak mengucapkan kalimat yang menjadikan seseorang bermusuhan, dan yang menyakiti orang," paparnya.

Tetapi di zaman sekarang ini ulama mengatakan bahwa lisan ada dua, yaitu lisan yang diucapkan dan lisan dari pena atau tulisan.

"Ketikan yang kita tulis dalam kolom komentar YouTube, Instagram atau Facebook juga termasuk lisan pena," kata Buya.

Maka dari itu, Buya Yahya mengimbau agar lisan dijaga sebisa mungkin.

"Ingat kalau kita sedang puasa, dan kita sedang berada di bulan mulia bulan Ramadhan," jelasnya.

"Semoga Allah SWT mudahkan kita dalam meninggalkan segala hal yang menjadikan sebab pahala ibadah kita terhapus dan menjadikan murka Allah SWT," bebernya.

Maka sebaiknya agar senantiasa terus menjaga lisan agar puasa tidak menjadi sia-sia karena hanya menahan lapar dan dahaga, namun tidak mendapatkan pahala.

(Bangkapos.com/Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved