Senin, 27 April 2026

Berita Viral

Pabrik di UIN Alauddin Sudah Cetak Triliunan Uang Palsu, Disebut Canggih tapi Ditolak Mesin ATM

Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sulsel, Edy Kristianto menjelaskan bahwa uang palsu tersebut tak bisa masuk ke mesin ATM.

Editor: fitriadi
Kolase Tribun-timur.com
Produksi uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Samata, Gowa, Sulawesi Selatan ternyata sudah berlangsung 14 tahun sejak 2010. Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sulsel, Edy Kristianto menjelaskan bahwa uang palsu tersebut tak bisa masuk ke mesin ATM. 

Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono menuturkan, sindikat ini tak hanya mencetak uang rupiah.

Mereka juga mencetak mata uang Korea Selatan, Won.

Saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Yudhiawan menyebut bahwa barang bukti yang disita polisi mencapai triliunan.

"Cukup menarik barang buktinya nilainya ini triliunan," kata Yudhiawan, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Selain produksi uang, Andi Ibrahim eks Kepala Perpustakaan yang juga bos pabrik uang palsu ini juga memproduksi Surat Berharga Negara (SBN).

Bahkan, satu lembar SBN yang disita bernilai Rp700 triliun.

"Ada mata uang rupiah, Ada 556 lembar mata uang rupiah belum dipotong, ada juga mata uang Korea."

"Ada juga 1 lembar sertifikat deposito nilainya Rp45 triliun, 1 lembar surat berharga SBN senilai 700 triliun," ujarnya. Kamis (19/12/2024).

Yudhiawan juga menuturkan bahwa pihak kepolisian ikut menyita mesin cetak seharga Rp600 juta yang dibeli di Surabaya, Jawa Timur.

"Mesinnya beli di Surabaya, dan berasal dari China," katanya.

Produksi Uang Palsu Sudah Berlangsung 14 Tahun

Produksi uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Samata, Gowa, Sulawesi Selatan ternyata sudah berlangsyng 14 tahun.

Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah tersangka, polisi mendapati bukti baru bahwa produksi uang palsu di kampus ternama tersebut beroperasi sejak 2010.

Komplotan melibatkan orang dalam kampus dan oknum bank BUMN ini sudah mencetak puluhan miliar uang palsu sejak pertama beroperasi.

Uang palsu yang dihasilkan tidak terdeteksi x-ray lantaran mesin pencetaknya canggih.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved