Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Data 30 Hektare Lahan Sawah Diterjang Banjir Rob

Banjir rob terjadi lantaran pasang air laut yang tinggi disertai intensitas hujan menyebabkan air laut masuk ke areal persawahan milik petani

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Areal persawahan di Sinar Bune, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang terendam banjir rob, Kamis (19/12/2024). Total terdapat puluhan hektare lahan yang terendam banjir rob. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Puluhan hektare lahan persawahan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung diterjang banjir akibat rob atau pasang air laut.

Fenomena banjir rob sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan masih berlangsung hingga saat ini. Akibatnya, lahan sawah produktif petani rusak dan terancam gagal panen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan total terdapat 30 hektare lahan yang rusak tergenangi banjir rob di daerah itu. 

Banjir rob terjadi lantaran pasang air laut yang tinggi disertai intensitas hujan menyebabkan air laut masuk ke areal persawahan milik petani. Ditambah saluran irigasi yang tidak normal mengakibatkan air tidak bisa langsung habis, namun menggenang di sawah.

“Luasan lahan sawah yang terendam banjir rob se-Kabupaten Bangka Selatan terdata ada 30 hektare,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (21/12/2024).

Risvandika mengungkapkan banjir rob di lahan persawahan banyak terjadi di areal sawah yang memang berbatasan langsung dengan bibir pantai. Misalnya saja di Desa Rias dan Desa Kepoh, Kecamatan Toboali serta Desa Penutuk, Kecamatan Lepar.

Areal sawah yang terendam banjir rob juga berbagai macam, namun mayoritas lahan persawahan yang sudah ditanami padi dan sisanya lahan pembibitan. Dampaknya tanaman padi mulai menguning karena terendam air asin.

Sementara untuk ketinggian air bervariasi, paling parah mencapai selutut orang dewasa. Untuk sawah yang telah ditanami padi dipastikan akan mengalami gagal panen karena padi ditanam akan mati.

Sementara bagi lahan yang belum ditanami hanya akan mengalami penundaan masa pertanaman. Lantaran para petani masih harus mengeringkan air laut dan mengganti dengan air tawar.

“Rata-rata yang terendam merupakan sawah yang sudah ditanam padi, dengan usia kurang dari satu bulan,” jelas Risvandika.

Di sisi lain sambung dia, banjir rob di areal persawahan paling parah terjadi pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya banjir rob yang melanda tidak pernah masuk hingga areal persawahan hanya menggenangi aliran irigasi.

Pihaknya juga telah memberikan pendampingan secara penuh kepada petani untuk mengatasi dampak banjir.

DPPP masih melakukan terus melakukan update terhadap jumlah lahan yang mengalami banjir. Dipastikan banjir yang terjadi tidak ada yang melanda sawah yang tengah memasuki musim panen.

Sebab, hampir semua wilayah persawahan di Kabupaten Bangka Selatan saat ini tengah memasuki musim pertanaman. Walaupun begitu, sebagian besar sawah yang terjadi banjir terancam puso.

“Untuk petani yang terdampak banjir rob sudah kami data semuanya,” sebutnya.

Menyikapi masalah ini kata Risvandika, pemerintah setempat bersama Balai Wilayah Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan peninjauan ke lapangan.

Diharapkan melalui kunjungan itu akan ada peningkatan sarana dan prasarana penunjang pertanian. Utamanya memperbaiki saluran irigasi yang belum optimal di sejumlah areal persawahan.

“Semoga tahun depan balai bisa membantu kita untuk peningkatan sarana dan prasarana pertanian, khususnya di wilayah sawah,” pungkas Risvandika.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved