Rabu, 8 April 2026

Berita Bangka Selatan

55,75 Persen Masyarakat Bangka Selatan Ikut Program Minum Obat Kaki Gajah

Melalui program ini ditargetkan mampu menjadi upaya efektif dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit kaki gajah

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sebesar 55,75 persen masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung ikut dalam program pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis atau kaki gajah.

Program tersebut telah dilakukan sejak awal November 2024 lalu dan masih berlangsung hingga saat ini. Melalui program ini ditargetkan mampu menjadi upaya efektif dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit kaki gajah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin bilang setidaknya terdapat 201.346 jiwa penduduk menjadi sasaran program POPM.

Mereka terdiri dari rentang usia 2-70 tahun, tanpa terkecuali. Dari jumlah itu sebanyak 112.253 orang atau 55,75 persen masyarakat telah ikut dalam program POPM kaki gajah.

“Untuk cakupan per bulan November 2024 program POPM kaki gajah sudah mencapai 55,75 persen atau 112.253 orang. Sampai saat ini juga masih berlangsung,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (3/1/2025).

Slamet Wahidin menguraikan dari beberapa kelompok usia program POPM realisasi capaian paling tinggi berada pada kalangan umur 15 ke atas dengan jumlah 83.112 orang atau 41,27 persen. Disusul kelompok usia 6-14 tahun dengan capaian 21.163 orang atau 10,51 persen dan kelompok usia 2-5 tahun sebanyak 7.978 orang atau 3,96 persen.

Sedangkan dari 10 wilayah kerja Puskesmas capaian tertinggi berada di Puskesmas Tiram degan persentase 73,60 persen atau 9.654 orang dari target 13.116 orang.

Dilanjutkan Puskesmas Tanjung Labu dengan capaian 5.517 orang atau 70,62 persen dari target 7.812 orang. Puskesmas Rias cakupan mencapai 8.789 orang atau 68,16 persen dari target 12.893 orang.

Kemudian, Puskesmas Simpang Rimba terealisasi sebesar 67,80 persen atau 16.825 orang dari target POPM 24.814 orang. Puskesmas Payung tercapai 13.887 orang atau 66,57 persen dari target 20.858 orang.

Puskesmas Kepulauan Pongok terealisasi 2.650 orang atau 65,70 persen dari target 4.033 orang. Puskesmas Airbara terealisasi 6.025 orang atau 56,26 persen dari target 10.709 orang. Puskesmas Batu Betumpang tembus hingga 55,93 persen atau 5.319 orang dengan target 9.509 orang.  

Puskesmas Airgegas sebanyak 15.687 orang atau 50,27 persen target 31.205 orang. Terakhir yakni Puskesmas Toboali terealisasi sebanyak 27.900 atau 42,01 persen dari target 66.397 orang.

“Kecilnya realisasi di Puskesmas Toboali karena memang cakupannya wilayahnya yang sangat besar. Ada enam desa dan tiga kelurahan,” jelas Slamet Wahidin.

Adapun penyakit kaki gajah lanjut dia berpotensi terjadi di wilayah dengan kondisi lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya. Sehingga penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci pencegahan penularan penyakit tersebut.

Kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit tersebut bersifat menahun dan bisa menyebabkan pembengkakan di bagian tubuh jika tidak diobati.

Seseorang dapat tertular penyakit kaki gajah jika digigit nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3) sewaktu menghisap darah penderita. 

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved