Sabtu, 18 April 2026

Berita Bangka Selatan

55,75 Persen Masyarakat Bangka Selatan Ikut Program Minum Obat Kaki Gajah

Melalui program ini ditargetkan mampu menjadi upaya efektif dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit kaki gajah

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin. 

Penyakit kaki gajah terjadi akibat pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis Filaria. Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Penyakit parasit tropis yang mempengaruhi kelenjar limfa dan pembuluh limfa ini disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Gigitan nyamuk ini menularkan parasit yang menuju sistem limfa. Cacing jenis tersebut juga dapat menular antar manusia melalui gigitan nyamuk.

“Pembengkakan kasus kaki gajah juga dapat terjadi di bagian tubuh manusia yang lain di antaranya seperti di bagian lengan, kelamin, serta bagian dada,” urainya.

Walaupun begitu Slamet Wahidin memastikan masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengikuti program POPM. Obat yang diberikan dipastikan aman dan tidak memberikan efek samping kepada masyarakat yang mengkonsumsi.

Sejauh ini filariasis masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Sebab, kaki gajah tak bisa diobati dan meninggalkan kaki bengkak. Namun penyakit tersebut dapat dicegah, dengan meminum obat dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Terpenting tetap menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved