Berita Viral

Terungkapnya Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin, Petugas BRILink Curiga 5 Lembar Rp 100 Ribu

Awalnya petugas BRILink mencurigai ada warga yang ingin membayarkan BRILink dengan menggunakan 5 lembar uang palsu pecahan 100 ribu. 

Editor: fitriadi
Kolase tribunnews
Tersangka Syahruna mengungkap fakta-fakta pabrik pencetakan uang palsu di perpustakaan UIN Aalauddin Makassar Sulawesi Selatan. 

Tahap pertama percetakan UV dengan tiga kali cetak. 

 “Tali air dulu baru benang dengan mesin sablon. Setelah itu cetak UV. Kemudian, cetak magnetiknya,” ujarnya. 

Syahruna pun mengatakan, tahap pertama mencetak sekitar 1 rim kertas. 

“Kalau dirupiahkan sekitar 100 sekali produksi. Yang mengerjakan saya sendiri dengan Nambo,” ujarnya. 

Nambo adalah nama baru yang disebut Andi Ibrahim. 

Andi Ibrahim bertugas untuk koordinasi tempat dan situasi aman untuk percetakan. 

Syahruna mencetak mulai 11.00-17.00 wita. 

“Kampus ramai,” ujarnya. 

Ia menceritakan bahannya berada disimpan di lantai dua. 

“Kami cetak di lantai 1,” ujarnya. 

Ia pun menceritakan caranya mengelabui civitas akademika. 

“Kami awalnya cetak brosur tapi ini jalan,” ujarnya. 

Belum Sempat Pakai Alat Rp 600 juta 

Syahruna menceritakan belum sempat memakai alat baru dari Annar Sampetoding. 

Alat cetak ini bernilai Rp600 juta. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved