Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Puluhan Sapi di Bangka Belitung Terinfeksi PMK, Ketahui Apa Penyebabnya dan Bahayanya Bagi Manusia

Penyakit mulut dan kuku atau PMK yang sering kita kenal adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular pada sapi dan berbahaya.

Tayang:
Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Riki Pratama
Ilustrasi: sapi ternak 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan hewan ternak jenis sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditemukan terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit mulut dan kuku (PMK).

Data disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung hingga 20 Januari 2025 telah ditemukan 96 sapi yang terinfeksi PMK.

Dari 96 sapi yang terinfeksi PMK tersebut, data DPKP Bangka Belitung menyatakan bahwa yang paling banyak ditemukan di Kota Pangkalpinang.

Kepala DPKP Provinsi Bangka Belitung Edi Romdoni mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan upaya vaksinasi terhadap hewan ternak yang tidak terdampak.

"Kalau untuk yang sudah terkena dilakukan treatment atau tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), diobati karena ini virus dan yang sehatnya dicegah dengan vaksin," jelasnya. 

Selain itu DPKP Provinsi Bangka Belitung diketahui juga telah sudah melakukan pendistribusian, sebanyak 14 ribu dosis vaksin PMK yang pelaksanaannya akan dilakukan para medic di Kabupaten Kota.

"Pangkalpinang sudah divaksinkan 500 ekor, Belitung 500 ekor, Belitung Timur 200, Bangka 700, Bangka Selatan dan Bangka Barat 300, Bangka Tengah 1.500 ekor, totalnya 4.000 ekor. Ini upaya yang kita lakukan di Provinsi, vaksin ini di-droping dari pusat," bebernya. 

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Kota Pangkalpinang, Zunaria mengatakan mereka akan segera melakukan vaksinasi kepada hewan ternak sapi.

Saat ini telah disiapkan sebanyak 500 dosis vaksin PMK yang akan disuntikkan ke sapi warga di Pangkalpinang.

Menurut Zunaria, rencananya pemberian vaksin pada hewan ternak di Pangkalpinang itu akan dilaksanakan pada Rabu (22/1/2025) besok.

"Saat ini kami terus melakukan persiapan, rencananya rabu akan mulai melakukan vaksi. Rencananya tiga hari, rabu, kamis, jumat bisa selesai," terangnya.

Lalu apa sebenarnya penyaki mulut dan kuku (PMK) ini dan apakah berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsi daging sapi terinfeksi PMK.

Sebelumnya simak penjelasan berikut ini:

Apa Itu PMK 

Dilansir dari Kompas.com, Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Gejala yang paling tampak adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, dan air liur kental. 

Hewan ternak yang bisa terkena wabah PMK antara lain sapi, kerbau, unta, kambing, domba, rusa, dan babi. PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan ternak yang sudah dewasa.

Namun, bagi hewan yang masih muda, PMK bisa menjadi sangat serius dan menimbulkan kerugian produksi yang sangat tinggi.

Penyebab wabah PMK

PMK disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Terdapat tujuh serotipe virus yang sudah terdeteksi, yaitu A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1.

Semua serotipe tersebut menjadi endemi di negara yang berbeda-beda di seluruh dunia. Setiap negara membutuhkan vaksin yang berbeda untuk hewan ternaknya spesifik sesuai dengan serotipe yang ada di negara tersebut. 

Menurut World Organisation for Animal Health, wabah PMK diperkirakan menyebar pada sekitar 77 persen populasi hewan ternak di Afrika, Timur Tengah, Asia, dan sebagian Amerika Selatan. Virus ini dengan mudah menular melalui napas, air liur, mukus, susu, dan feses.

Pengaruh PMK terhadap ternak 

PMK adalah penyakit yang sangat menyiksa bagi sapi dan hewan ternak lainnya. Blister atau kantung besar berisi air yang berkembang di kulit, jika pecah akan meninggalkan luka terbuka yang sangat perih. Bahkan luka ini membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk sembuh.

Jika luka ini terjadi di bagian kaki, maka akan membuat sapi sulit berjalan menuju tempat makan. Selain itu, luka pada mulut akan membuat sapi tidak mau makan dan minum.

Sapi dewasa mungkin akan mulai makan setelah beberapa hari. Namun, sapi atau hewan ternak lain yang masih muda akan mati lemas akibat tidak mendapatkan asupan yang cukup selama sakit.

Apa pengaruh PMK pada manusia?

Dilansir dari Agriculture Victoria, PMK tidak dianggap sebagai masalah kesehatan bagi manusia karena penularan dari hewan ke manusia sangat jarang ditemukan.

Namun, manusia bisa membawa virus tetap hidup di hidungnya selama 24 jam dan menularkannya kepada hewan lainnya. 

PMK dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Foot and Mouth Disease (FMD) sehingga sering salah dikira sama dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu singapur yang banyak menyerang anak-anak.

Padahal keduanya adalah penyakit yang berbeda dan berasal dari virus yang berbeda.

(Bangkapos.com/Hendra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved