Minggu, 26 April 2026

Doa Puasa dan Berbuka Senin Kamis, Lengkap Dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Puasa Senin Kamis merupakan puasa Sunnah. Yang mana jika dikerjakan mendapat pahala, namun bila ditinggalkan tidak berdosa.

Penulis: Agis Priyani | Editor: Agis Priyani
Kolase Bangkapos.com/Tribunnews.com
Doa Puasa dan Berbuka Senin Kamis, Lengkap Dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya 

BANGKAPOS.COM - Puasa Senin Kamis adalah ibadah yang sederhana tapi penuh makna. Tidak hanya memberikan pahala sunnah, ibadah ini juga membantu menjaga kesehatan tubuh dan melatih disiplin diri.

Dengan menjalani puasa Senin Kamis, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT tetapi juga mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Puasa Senin Kamis merupakan puasa Sunnah. Yang mana jika dikerjakan mendapat pahala, namun bila ditinggalkan tidak berdosa.

Puasa Senin sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ini karena puasa Senin Kamis dapat melatih diri dan meraih keberkahan.

Waktu pelaksanaan puasa Senin Kamis tidak jauh berbeda dengan puasa-puasa lainnya, yaitu dimulai sejak terbit matahari hingga matahari terbenam. Sebelum berpuasa, dianjurkan untuk sahur terlebih dahulu.

Puasa Senin Kamis bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa, seperti saat Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan hari Tasyriq pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Doa Puasa Senin Kamis

1. Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."

2. Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."

Doa Berbuka Puasa Senin Kamis

Doa berbuka puasa Senin Kamis tidak berbeda dengan doa ketika melaksanakan puasa lainnya.

Bacaannya adalah sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Arab latin: Dzahabadzoma'u wabtalatil 'uruqu wa-tsabatal ajru insyaAllah

Artinya: "Telah hilang dahaga, dan telah basah urat-urat, serta tetap pahala jika Allah menghendaki."

Doa di atas sesuai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin 'Umar berikut ini:

Keutamaan Puasa Senin Kamis

  1. Mendapat Syafaat Nabi

Seorang muslim yang berpuasa pada siang hari dan membaca Al-Qur'an pada malam hari akan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW, Beliau bersabda,

"Pada hari kiamat, puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba. Puasa akan berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makanan dan hawa nafsu di siang hari, izinkanlah aku memberikan syafaat kepadanya.' Sedangkan Al-Qur'an akan berkata, 'Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, izinkanlah aku memberikan syafaat kepadanya.' Selanjutnya, Rasulullah melanjutkan, 'Maka keduanya, puasa dan Al-Qur'an, akhirnya memberikan syafaat kepada hamba tersebut." (HR Ahmad).

2. Dijauhkan dari Api Neraka

Puasa dapat menjauhkan diri kita dari api neraka, termasuk ketika menjalankan puasa Senin Kamis. Nabi SAW bersabda,

"Setiap hamba yang berpuasa satu hari karena Allah, Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim." (HR Muslim).

3. Rasulullah Selalu Menjaga Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis termasuk puasa sunnah yang selalu dijaga Rasulullah. Kita sebagai umatnya, tentu juga sebaiknya mengikuti sunnah beliau.

Hal tersebut diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis." (HR Imam Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

4. Hari Senin Istimewa

Rasulullah SAW pun memiliki alasan pribadi untuk melaksanakan puasa di hari Senin. Bagi beliau, hari Senin adalah hari yang istimewa.

"ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ - أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ"

Artinya: "Hari itu (Senin) adalah hari di mana aku dilahirkan, dan hari di mana aku diutus (sebagai nabi) atau hari di mana wahyu pertama kali turun kepadaku." (HR Muslim).

5. Hari Ketika Amal Dipersembahkan

Dikutip dari situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rasulullah menjelaskan bahwa Senin dan Kamis adalah waktu ketika amal-amal manusia dilaporkan malaikat kepada Allah.

Hal tersebut seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin ketika amalku diperlihatkan, aku sedang dalam keadaan berpuasa." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa'i).

(Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved