Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Kecelakaan Tambang di Bangka Selatan

Begini Kabar Terkini Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Tambang di Desa Kepoh

Sejumlah petugas Tim SAR gabungan terus berjibaku melakukan proses evakuasi korban kecelakaan tambang yang tertimbun longsor.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
LOKASI KECELAKAAN TAMBANG – Hamparan lokasi kecelakaan tambang di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun saat beraktivitas di daerah ini. Caption: Jadi Tontonan – Puluhan warga Desa Kepoh ketika turut menyaksikan proses evakuasi korban kecelakaan tambang di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Deru mesin pompa air terdengar nyaring di lokasi kecelakaan tambang timah di Parit II, Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/2/2025) petang.

Sejumlah petugas Tim SAR gabungan terus berjibaku melakukan proses evakuasi korban kecelakaan tambang yang tertimbun longsor.

Beberapa jam berlalu proses evakuasi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kasi Penanggulangan Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Kabupaten Bangka Selatan, Wardi Zoel Hatif berujar saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan.

Dua unit alat berat jenis ekskavator dan dua unit mesin pompa air telah dikerahkan untuk melakukan pengeringan lokasi lubang tambang.

Selama hampir empat jam proses evakuasi berlangsung korban belum ditemukan.

“Saat ini kita masih terus melakukan proses evakuasi terhadap korban,” kata dia kepada Bangkapos.com.

KECELAKAAN TAMBANG TIMAH – Puluhan warga Desa Kepoh ketika menyaksikan proses evakuasi korban kecelakaan tambang timah di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun
KECELAKAAN TAMBANG TIMAH – Puluhan warga Desa Kepoh ketika menyaksikan proses evakuasi korban kecelakaan tambang timah di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun (Bangkapos.com/dokumentasi)

Baca juga: Breaking News: Pemilik Tambang Beserta Dua Unit Ekskavator Tertimbun Longsor di Bangka Selatan

Beberapa jam proses pengeringan air yang dilakukan menurutnya tidak menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Walaupun dua unit alat berat telah berupaya menutup dinding kolam penampungan air yang jebol, air di dalam lubang tambang belum berkurang.

Pasalnya kedalaman lubang diprediksi mencapai sembilan hingga sepuluh meter dengan diameter lubang yang cukup luas.

Pihaknya memperkirakan korban baru akan dapat dievaluasi pada Selasa (4/2/2025) besok. 

Hal itu dapat dilakukan apabila air di dalam lubang tambang sudah berkurang cukup signifikan.

KECELAKAAN TAMBANG PASIR TIMAH - Tim SAR gabungan ketika melakukan evakuasi korban kecelakaan tambang pasir timah di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun.
KECELAKAAN TAMBANG PASIR TIMAH - Tim SAR gabungan ketika melakukan evakuasi korban kecelakaan tambang pasir timah di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Senin (3/2/2025). Satu orang pemilik tambang menjadi korban, dua unit alat berat ikut tertimbun. (Bangkapos.com/dokumentasi)

Baca juga: Dua Unit Alat Berat dan Pompa Air Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Laka Tambang di Bangka Selatan

Sementara untuk penyelaman tidak berani dilakukan mengingat kontur tanah di lokasi tambang yang rawan longsor.

“Beberapa jam pengoperasian mesin pompa, air di dalam lubang belum berkurang,” papar Wardi Zoel Hatif.

Meskipun demikian dirinya optimis korban dapat segera dievakuasi dalam beberapa jam ke depan.

Pasalnya, mesin pompa air akan dioperasikan tanpa berhenti selama 24 jam.

Warga setempat juga turut membantu proses evakuasi korban yang sudah hampir sembilan jam berada di bawah material longsor.

“Mungkin besok akan tetap kita lanjutkan kalau korban belum ditemukan,” sebutnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved