Kecelakaan Tambang di Bangka Selatan
Breaking News: Pemilik Tambang Beserta Dua Unit Ekskavator Tertimbun Longsor di Bangka Selatan
Satu orang operator alat berat sekaligus pemilik tambang pasir timah dinyatakan hilang usai tertimbun longsor beserta dua unit alat berat
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kecelakaan tambang kembali terjadi di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Satu orang operator alat berat sekaligus pemilik tambang pasir timah dinyatakan hilang usai tertimbun longsor beserta dua unit alat berat. Upaya evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kasi Penanggulangan Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Kabupaten Bangka Selatan, Wardi Zoel Hatif mengatakan kecelakaan tambang tersebut terjadi kawasan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) milik PT Timah yang telah ditinggalkan di Desa Kepoh, Kecamatan Toboali.
Kecelakaan tambang itu terjadi sekitar pukul 12.00 wib dan menyebabkan satu orang pemilik tambang bernama Sahril alias Bulet tertimbun longsor.
Tak hanya itu, dua unit alat berat berupa ekskavator turut tertimbun tanah disertai genangan air.
“Sementara ini korban satu orang dan dua unit alat berat ikut tertimbun longsor,” kata dia kepada Bangkapos.com di lokasi kejadian, Senin (3/2/2025).
Wardi Zoel Hatif membeberkan peristiwa itu terjadi ketika aktivitas pertambangan di kawasan itu sedang tidak beroperasi.
Namun, terdapat tiga orang tengah berada di lokasi lubang tambang yang tengah memperbaiki mesin. Dua orang lainnya memutuskan untuk beranjak dari lokasi tersebut. Sedangkan korban masih berada di lokasi untuk memperbaiki mesin miliknya.
Padahal dua orang lainnya telah berupaya mengingatkan agar korban segera keluar dari lokasi tambang.
Seketika dinding tanah kolam penampungan air limbah jebol. Tak butuh waktu lama air dengan cepat menggenangi lubang tambang.
“Korban sementara ini satu orang yang merupakan pemilik tambang,” jelas Wardi.
Saat ini tim SAR gabungan tengah berupaya melakukan evakuasi. Proses evakuasi diprediksi akan memerlukan waktu cukup lama mengingat lubang tambang telah dipenuhi dengan air.
Peralatan yang terbatas membuat proses evakuasi cukup berlangsung dramatis.
“Kedalaman lubang diprediksi mencapai sembilan sampai sepuluh meter,” tukasnya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Tim SAR Temukan Korban Kecelakaan Tambang di Desa Kepoh pada Galian Ketujuh |
|
|---|
| Breaking News: Satu Korban Laka Tambang di Desa Kepoh Bangka Selatan Ditemukan |
|
|---|
| Begini Kabar Terkini Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Tambang di Desa Kepoh |
|
|---|
| Dua Unit Alat Berat dan Pompa Air Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Laka Tambang di Bangka Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250203-Tim-SAR-gabungan-ketika-melakukan-evakuasi.jpg)