Kecelakaan Tambang di Bangka Selatan
Tim SAR Temukan Korban Kecelakaan Tambang di Desa Kepoh pada Galian Ketujuh
Syahril yang menjadi korban kecelakaan tambang timah berhasil dievakuasi setelah 24 jam proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suara tangis histeris seketika pecah tatkala satu unit alat berat jenis ekskavator berhasil mengangkat tubuh Syahril alias Bilet (50) dari dalam tanah pada proses penggalian ketujuh.
Syahril yang menjadi korban kecelakaan tambang timah berhasil dievakuasi setelah 24 jam proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
Usai ditemukan korban langsung dibawa oleh Tim SAR Gabungan ke rumah duka yang berada di Desa Gadung, Kecamatan Toboali.
Komandan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Pangkalpinang, Afrian Nur Fajar mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sekitar pukul 11.30 Wib.
Korban ditemukan setelah air dari dalam lubang tambang berhasil dikeringkan dengan kedalaman satu meter. Setelah itu satu unit ekskavator dikerahkan guna melakukan pengangkatan tubuh korban dari bawah timbunan material longsor.
“Korban berhasil diangkat pada galian ketujuh. Langsung diproses dan dievakuasi,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (4/2/2025).
Menurut Fajar proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama mengingat medan yang berat menjadi kendala Tim SAR gabungan. Selain lokasi tambang yang rawan longsor, debit air juga terus bertambah dari dalam lubang tambang.
Padahal dua unit mesin pompa air dan dua unit alat berat telah dikerahkan guna membantu proses evakuasi. Penyedotan air dari dalam lubang tambang pun dilakukan tanpa henti selama 24 jam sampai korban ditemukan.
Namun sayang, lokasi yang layaknya rawa membuat proses evakuasi sedikit terhambat. Mengingat air telah kering akan tetapi lumpur material longsor memiliki kedalaman hingga lima meter. Sampai akhirnya satu unit ekskavator digunakan untuk melakukan penggalian di lokasi terakhir korban tertimbun longsor.
“Seperti yang kita ketahui lokasi kejadian seperti rawa. Kita berupaya untuk membuang airnya itu dengan cara disedot menggunakan mesin pompa air,” jelas Fajar.
Sebelum dilaporkan tertimbun longsor, pada Senin (3/2) kemarin sekitar pukul 09.00 Wib korban diketahui tengah melakukan perbaikan mesin tambang di lokasi pertambangan di Dusun Parit II, Desa Kepoh, Kecamatan Toboali.
Dua jam setelahnya tepat pukul 11.00 wib, rekan korban bernama Harudin sempat melihat tumpukan tanah yang menjadi dinding lubang tambang mulai berjatuhan. Harudin sempat memperingatkan korban agar segera beranjak dari lokasi tersebut untuk mencari tempat aman.
Sayangnya longsor terlebih dahulu menimpa dan menimbun korban sebelum sempat menyelamatkan diri. Mengetahui kejadian itu rekannya langsung berupaya melakukan pertolongan dan pencarian.
Puncaknya korban tidak berhasil ditemukan dan langsung dilaporkan ke Unit SAR Toboali serta langsung dilakukan operasi SAR gabungan.
Dengan melibatkan perangkat desa, TNI-Polri termasuk unsur Satpol-PP, Damkar dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bangka Selatan.
| Breaking News: Satu Korban Laka Tambang di Desa Kepoh Bangka Selatan Ditemukan |
|
|---|
| Begini Kabar Terkini Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Tambang di Desa Kepoh |
|
|---|
| Dua Unit Alat Berat dan Pompa Air Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Laka Tambang di Bangka Selatan |
|
|---|
| Breaking News: Pemilik Tambang Beserta Dua Unit Ekskavator Tertimbun Longsor di Bangka Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250204-EVAKUASI-JENAZAH-SYAHRIL.jpg)