Berita Viral

Agus Sutikno Kerja Apa Sampai Bisa Sekolahkan 200 Anak Sekaligus, Seorang Pendeta dan Punya Yayasan

Agus Sutikno kerja apa sampai bisa sekolahkan 200 anak sekaligus. Ia adalah pendeta dan punya yayasan berlokasi di Jalan Manggis II, Semarang.

Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com/Sabrina Mutiara
PENDETA AGUS SUTIKNO - Agus Sutikno kerja apa sampai bisa sekolahkan 200 anak sekaligus. Ia adalah pendeta dan punya yayasan berlokasi di Jalan Manggis II, Semarang. 

Agus menyebut bahwa tato yang ada di tubuhnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Tato ini sudah ada jauh sebelum saya mengenal Tuhan, saat saya masih nakal-nakalnya," kata Agus.

Ia mengaku sering mendapat stigma negatif dari masyarakat, tetapi memilih untuk tetap fokus pada tujuannya.

Menurut dia, penampilan bukanlah segalanya.

Yang lebih penting adalah tindakan dan dampak yang dihasilkan. 

"Masalah baju atau penampilan itu tidak penting, yang penting adalah bagaimana hidupmu bermanfaat untuk orang lain."

"Wajar kalau manusia melihat penampilan, yang penting tetap hasil akhirnya," ujarnya dilansir dari Surya.co.id.

Agus juga mengaku bahwa ia sebenarnya tidak suka dipanggil pendeta meskipun secara resmi ia adalah pemuka agama Kristen di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Jawa Tengah.

"Agama bagi saya adalah sumber konflik. Maka, untuk menengahinya yaitu dengan aksi-aksi kemanusiaan karena kemanusiaan di atas ritual keagamaan," tegasnya.

Agus berharap agar apa yang telah ia lakukan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Prinsip saya sekarang, jangan mati sebelum berguna."

"Apa pun yang kamu percayai, hidupmu harus berguna untuk orang lain," pungkas Agus.

Rambut gondrong, tato, celana ketat, sepatu boot dan sepeda motor chopper custom melekat pada Agus Sutikno.

Meski penampilannya nyentrik layaknya bikers dan rockers, namun dedikasi Agus untuk anak-anak jalanan tak bisa dikatakan main-main.

Agus mengangkat anak-anak jalanan dari lembah keterpurukan.

Bahkan ia menyekolahkan ratusan anak jalanan yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya.

Dedikasi tersebut telah dilakoninya selama 18 tahun.

Ia juga mendirikan Yayasan Hati Bagi Bangsa.

Yayasan tersebut terletak di Jalan Manggis II, Lamper Lor Semarang Selatan.

(Bangkapos.com/Surya.co.id/Arum Puspita/TribunJateng.com/Budi Susanto/Kompas.com/Sabrina Mutiara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved