Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Jika Tower PLN di Kawasan Merbuk Tumbang, Bateng-Basel Terancam Padam Listrik hingga 10 Hari

Manager PLN ULP Koba, Eko Fernando mengatakan resiko tumbangnya Tower SUTET sangat besar jika aktivitas pertambangan tetap berjalan di kawasan Merbuk

Tayang:
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Ardhina Trisila Sakti
IST/PLN ULP Koba
TOWER SUTET MERBUK - PLN ULP Koba dan kepolisian melakukan pemantauan keberadaan dan resiko aktivitas tambang timah ilegal terhadap tower SUTET bertegangan 150K Volt, Senin (3/2/2025) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kawasan eks PT Koba Tin atau lingkar Merbuk, Kenari dan Pungguk berkali-kali dijamah aktivitas tambang ilegal 

Bahkan kepolisian juga telah berulang kali memberikan edukasi dan penertiban terhadap tambang ilegal, tapi aktivitas masih kerap kembali.

Bahayanya, di kawasan tambang eks PT Koba Tin yang sekarang sudah beralih menjadi IUP PT Timah tersebut terdapat dua tower SUTET dengan tegangan tinggi.

Manager PLN ULP Koba, Eko Fernando mengatakan resiko tumbangnya Tower SUTET sangat besar jika aktivitas pertambangan tetap berjalan di kawasan Merbuk.

"Kalau penambangan tetap berjalan di kolong Merbuk, sisi keamanan tower kami sangat besar potensi untuk roboh, karena kami sudah beberapa kali melakukan imbauan," katanya, Selasa (11/2/2025).

20250211 tower SUTET
TOWER SUTET MERBUK - PLN ULP Koba dan kepolisian melakukan pemantauan keberadaan dan resiko aktivitas tambang timah ilegal terhadap tower SUTET bertegangan 150K Volt, Senin (3/2/2025)

Dua tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) berkapasitas 150K Volt di kawasan tambang tersebut merupakan objek vital nasional yang dilindungi.

Oleh karena itu, Unit Induk PLN Bangka Belitung telah berkoordinasi dengan Polda Bangka Belitung tentang pengamanan objek vital nasional, yakni dua tower SUTET.

Kondisi saat ini, tidak sampai 20 meter dari tapak tower SUTET di kawasan Merbuk sudah menjadi rawa-rawa dengan perkiraan kedalaman sampai pinggang orang dewasa.

"Iya akibat tambang. Kalau bicara tambang kita cuma bisa lihat dasar permukaan, sementara tidak tahu di dalam seperti apa tembakan ke sampingnya," jelasnya.

Dijelaskan Eko Fernando, tower SUTET akan cukup aman dari kelongsoran apabila jarak antara aktivitas dengan tapak tower minimal sekitar 50 meter.

"Resikonya ketika (tower) itu tumbang, maka wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan akan berdampak padam (listrik)," ungkapnya.

Jika tower SUTET sudah tumbang, perkiraan pemulihan listrik kembali bisa memakan waktu 7-10 hari tergantung material cadangan yang tersedia.

Tidak hanya pemadaman listrik berhari-hari dengan jangkauan dua kabupaten, tapi keselamatan masyarakat di sekitar wilayah tersebut juga terancam.

Ketika tower SUTET tumbang masyarakat terancam tertimpa dan tersengat tegangan listrik sebesar 150k Volt.

Sementara ini, terpantau ULP PLN Koba baru ada dua tower SUTET di kawasan Merbuk yang berpotensi tumbang karena aktivitas tambang timah.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved