Jumat, 1 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Warga Desa Kebintik Mengadu ke DPRD Bangka Tengah, Terancam Digusur dari Rumah Bedeng

Sebanyak tujuh keluarga di Desa Kebintik, Kabupaten Bangka Tengah, mengadu ke DPRD Bangka Tengah pada Senin (10/2/2025) karena terancam digusur

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
(IST/Kominfo Bangka Tengah)
BEDENG PT TIMAH - Pemkab dan DPRD Bangka Tengah meninjau langsung rumah bedeng PT Timah di Desa Kebintik Kecamatan Pangkalanbaru, Selasa (11/2/2025). 

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu status tanah dan bangunan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Untuk kepentingan masyarakat, kami akan mengumpulkan dokumen terlebih dahulu agar bisa mencari solusi terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Batianus menegaskan bahwa DPRD akan mencari solusi terbaik agar warga tidak terbengkalai.

"Kami akan mencoba mencari win-win solution. Sebagai wakil rakyat, kami tidak ingin warga kehilangan tempat tinggal begitu saja," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa semua solusi harus sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku.

Kisah Warga yang Terancam Kehilangan Rumah

FOTO MASA KECIL -- Busriadi (52) menunjukkan foto masa kecil di rumah bedeng, Senin (10/2/2025). Busriadi, satu di antara beberapa masyarakat Desa Kebintik yang terancam tidak punya tempat tinggal ikut mengadu ke DPRD Bangka Tengah. Rumah bedeng milik perusahaan tambang plat merah yang selama ini dihuni oleh Busriadi secara inkrah diputuskan pengadilan telah beralih kepemilikan.
FOTO MASA KECIL -- Busriadi (52) menunjukkan foto masa kecil di rumah bedeng, Senin (10/2/2025). Busriadi, satu di antara beberapa masyarakat Desa Kebintik yang terancam tidak punya tempat tinggal ikut mengadu ke DPRD Bangka Tengah. Rumah bedeng milik perusahaan tambang plat merah yang selama ini dihuni oleh Busriadi secara inkrah diputuskan pengadilan telah beralih kepemilikan. (Bangkapos.com/Sepri Sumartono)

Salah satu warga yang terdampak, Busriadi (52), mengungkapkan keresahannya setelah mengetahui bahwa rumah yang ia tempati terancam digusur.

"Saya sudah tinggal di sana sejak tahun 2003. Kalau sampai digusur, saya belum tahu akan tinggal di mana," ujarnya kepada Bangkapos.com.

Busriadi menjelaskan bahwa rumah tersebut sebelumnya ditempati oleh orang tuanya, yang merupakan mantan karyawan perusahaan tambang.

Setelah orang tuanya pindah ke perumahan lain, rumah bedeng itu sempat kosong hingga akhirnya diizinkan untuk ditempati kembali oleh Busriadi dan keluarganya.

"Kami anak mantan karyawan perusahaan itu, makanya dulu saya dapat izin tinggal di sana," tambahnya.

Saat ini, Busriadi bekerja sebagai pekerja tambang timah inkonvensional (TI) serta anggota Linmas Desa Kebintik.

Ia mengaku belum memiliki rencana ke mana harus pindah jika rumahnya benar-benar dibongkar.

"Kalau besok kami digusur, kami mau tinggal di mana? Itu kan hak mereka karena hukumnya sudah sah," katanya pasrah.

Lebih menyedihkan lagi, jika harus mengontrak rumah, Busriadi kesulitan membayar biaya sewa karena kondisi ekonomi yang sulit.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved