Rabu, 29 April 2026

Makna Hari Valentine 14 Februari, Begini Sejarah dan Tradisinya di Berbagai Negara

Di negara-negara barat, momen valentine jadi kesempatan bagi pasangan untuk mengungkapkan kasih sayang dengan berbagai macam hadiah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Pinterest
HARI VALENTINE - Hari valentine merupakan hari kasih sayang. Beberapa negara bahkan melakukan perayaan dan tradisi untuk menyambut hari valentine. Namun siapa sangka ada kisah menarik yang menjadi sejarah munculnya hari valentine 

BANGKAPOS.COM - Tanggal 14 Februari diperingati sebagai Hari Valentine atau hari kasih sayang. Namun taukah kamu, bahwa ada sejarah menarik dibalik hari Valentine

Di negara-negara barat, momen valentine jadi kesempatan bagi pasangan untuk mengungkapkan kasih sayang dengan berbagai macam hadiah.

Sebagai Hari Kasih Sayang, perayaan ini sangat identik dengan coklat dan bunga. Momen ini biasanya dirayakan dengan saling berbagai ucapan hingga hadiah kepada orang-orang tersayang.

Sebagian orang percaya bahwa Hari Valentine dirayakan pada bulan Februari untuk merayakan hari kematian St Valentine. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar tahun 270 M.

Kendati demikian, ada yang meyakini bahwa Gereja Kristen sengaja menetapkan Hari Valentine di pertengahan bulan Februari. Hal ini dilakukan sebagai upaya "mengkristenkan" perayaan Pagan Lupercalia di Roma kala itu.

Festival Pagan Lupercalia adalah sebuah festival kesuburan yang dilakukan oleh orang-orang Roma untuk memuja Faunus, Dewa Pertanian bangsa Romawi. Festival ini dilakukan setiap tanggal 15 Februari.

Selain untuk Dewa Pertanian, Festival Pagan juga digunakan para pria dan wanita sebagai ajang perjodohan. Para wanita yang mengikuti ritualnya dipercaya akan menjadi wanita yang subur ke depannya.

Pada masa kebangkitan awal agama Kristen, festival ini sempat dilarang lantaran dianggap "bukan Kristen". Hingga pada akhir abad ke-5, ketika Paus Gelasius dari gereja Kristen mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari St Valentine, festival Pagan pun dikaitkan dengan hari kasih sayang.

Terlebih lagi, pada abad pertengahan khususnya di Inggris dan Perancis muncul kepercayaan bahwa tanggal 14 Februari adalah awal musim kawin. Hal ini kian menambah gagasan bahwa tanggal tersebut pun seharusnya jadi hari romantis.

Sejak saat itulah, perayaan Hari Valentine pada tanggal 14 Februari selalu diidentikkan dengan kasih sayang dan hal-hal romantis.

Selain kisah Santo Valentinus, Hari Valentine juga dikaitkan dengan Lupercalia, festival kesuburan Romawi yang dirayakan setiap 15 Februari. Perayaan ini melibatkan ritual pengorbanan hewan, pencambukan simbolis untuk meningkatkan kesuburan, dan undian pasangan.

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I menghapus Lupercalia karena dianggap bertentangan dengan ajaran gereja dan menetapkan 14 Februari sebagai hari Santo Valentinus. Seiring waktu, perayaan ini berubah menjadi simbol kasih sayang seperti yang dikenal sekarang.

Tidak hanya pasangan romantis, tetapi juga teman, keluarga, dan bahkan rekan kerja sering terlibat dalam perayaan ini dengan memberikan hadiah atau sekadar menyampaikan ungkapan kasih sayang.

Tradisi Hari Valentine

Umumnya, perayaan Valentine identik dengan mengutarakan cinta dan memberi hadiah seperti cokelat, bunga, kartu ucapan sebagai simbol kasih sayang. Namun, beberapa negara memiliki cara tersendiri dalam merayakannya.

Di Korea Selatan dan Jepang, Valentine dirayakan pada 14 Februari dengan cara wanita memberikan cokelat kepada pria yang mereka sukai. Lalu, sebagai balasan, pria akan memberikan hadiah bernuansa putih pada White Day, yang jatuh pada 14 Maret.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved