Tribunners

Menuju Gerbang Ramadan

Mari kita sambut momentum Ramadan tahun ini dengan hati yang bahagia dengan saling berbagi dan peduli antarsesama.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rahmat Zulkarnain, S.P. - Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Babel 

Oleh: Rahmat Zulkarnain, S.P. - Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Babel

BULAN suci Ramadan 1446 Hijriah tinggal beberapa hari lagi. Artinya, kita sudah dekat di gerbang Ramadan. Bulan ramadhan merupakan bulan yang suci bagi umat Islam, bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT, bulan yang suci di antara 11 bulan Hijriah dalam kalender Islam, dan bulan yang dinanti-nanti kedatangannya oleh umat muslim di seluruh dunia. Karena bulan Ramadan di dalamnya terdapat salah satu perintah khusus bagi umat Islam untuk menjalankan perintah puasa satu bulan penuh.

Perintah berpuasa pada bulan Ramadan ini sangat jelas disampaikan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Dan dalam hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya'ban sampai tiga puluh hari."

Kita sebagai umat Islam harusnya berbahagia dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Seperti halnya saat kita kedatangan tamu spesial seperti pejabat atau para ulama yang ingin berkunjung ke kediaman kita, pastilah kita sangat senang, bahkan kita akan menyiapkan sesuatu yang spesial untuk menyambut kedatangannya. Maka, bulan Ramadan pun harus kita perlakukan dengan spesial dan dengan hati yang gembira, karena yang akan menghampiri kita ini adalah bulan yang mulia di antara bulan-bulan hijriah yang lainnya.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW menekankan kepada kita tiga bulan sebelum tibanya Ramadan  untuk senantiasa memperbanyak doa untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, salah satu doanya berbunyi, "Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban. Dan sampaikan kami di bulan Ramadan". Ini menunjukkan bahwa pentingnya bagi kita umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk bulan Ramadan karena perintah puasa Ramadan ini adalah perintah dari Allah SWT.

Namun, dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan, kita juga perlu menyiapkan bekal. Karena bekal ini akan menjadi sumber kita dalam menjalani ibadah puasa Ramadan nanti. Setidaknya ada beberapa bakal yang harus dipersiapkan.

Pertama, bekal hati (iman). Bekal hati atau iman ini menjadi dasar utama buat kaum muslimin dalam mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, karena segala sesuatu ibadah didasari dengan niat dan iman yang kuat. Jika tidak diniatkan dengan niat dan iman yang kuat, ibadah yang kita jalankan itu bernilai sia-sia saja di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Iman merupakan bentuk pengakuan diri dengan meyakini dengan hati bahwa ibadah yang kita kerjakan semata-mata berharap rida Allah SWT, termasuk ibadah puasa Ramadan di dalamnya. Sesungguhnya suatu ibadah itu tergantung dari niatnya, maka waktu yang tersisa ini perkuat hati dan iman kita untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan dengan sukacita.

Kedua, bekal harta (mal). Bulan Ramadan merupakan bulan penuh dengan keberkahan, dan setiap amal akan dilipatgandakan balasannya, maka bekal harta juga sangat penting buat kita dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan. Artinya, saat Ramadan tiba kita mampu memaksimalkan harta kita untuk bersedekah dan berbagi harta untuk yang membutuhkan.

Walaupun di bulan Ramadan ada perintah untuk membayar zakat fitrah, namun kita juga harus bisa memprioritaskan harta kita untuk bersedekah. Sedekah merupakan amalan yang dicintai oleh Allah SWT, apalagi kita bersedekah di bulan Ramadan. Terbukti dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271.

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). 

Bersedekah bisa dalam bentuk apa pun, bisa uang, barang, tenaga ataupun doa. Maka siapkan harta kita ketika Ramadan tiba nanti.

Ketiga, bekal fisik (jasad). Selain iman dan harta, Ramadan membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, karena bulan Ramadan nanti kita diperintahkan untuk menahan diri untuk tidak makan dan minum mulai terbit fajar hingga terbenam matahari atau magrib tiba. Artinya, kita diharuskan untuk menjaga fisik kita agar tetap kuat menjalani ibadah puasa Ramadan nanti. Maka mulai saat ini mari kita jaga dan merawat kebugaran tubuh kita dengan berolahraga, makan yang sehat, dan istirahat yang cukup serta cek kesehatan secara berkala, agar nanti fisik kita sudah siap saat Ramadan tiba.

Ramadan bukan alasan buat kita umat Islam untuk bermalas-malasan menjalani ibadah. Justru Ramadan membuat kita lebih bersemangat untuk menjalankan semua ibadah di dalamnya. Di kala dahulu para sahabat nabi berperang saat kondisi sedang berpuasa, artinya fisik mereka sehat dan kuat saat kondisi puasa. Maka kita sangat perlu menjaga kesehatan dan fisik kita saat ini agar mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan nanti dengan sebaik-baik mungkin. Karena "Mukmin yang kuat lebih Allah cintai daripada Mukmin yang lemah".
Mari kita sambut momentum Ramadan tahun ini dengan hati yang bahagia dengan saling berbagi dan peduli antarsesama. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved